9 Negara Paling Berbahaya Di Dunia

Sebelum mengunjungi sebuah negara, kita sebaiknya mengetahui seberapa aman negara tersebut untuk dikunjungi.

Sebuah organisasi yang berada di Australia yang bernama The Institute for Economics and Peace (IEP) menjalankan sebuah penelitian yang sudah berlangsung selama 15 tahun. Mereka menggunakan 23 indikator seperti terorisme, kestabilan politik, demo publik, dsb untuk menganalisa tingkat keamanan sebuah negara. Hasil analisa ini dinamakan Global Peace Index.

Pada bulan Juni tahun 2021, mereka baru saja mempublikasikan GPI. Mereka menyatakan bahwa tingkat keamanan dunia secara rata-rata semakin menurun.

Dan ini adalah 9 negara yang paling tidak aman menurut versi IEP.

9. Republik Afrika Tengah

Kekerasan yang terjadi di negara ini telah menghabiskan 37% dari produk domestik di tahun 2020. Presiden Faustin-Archange Touadéra berusaha untuk memimpin negara ini untuk kedua kalinya, dia mengatakan pendahulunya, François Bozizé, berusaha untuk mengadakan kudeta.

Januari 2021, National Elections Authority menyatakan presiden Touadéra sebagai pemenang. Para sekutu dari presiden yang sebelumnya menyerang beberapa kota, padahal di tahun 2019 telah dibentuk pernyataan damai di antara para pemerintah.

Sekitar 20% dari penduduk meninggalkan negara ini untuk menghindari kekacauan dan kekerasan yang terjadi karena pemilu di tahun 2020.

8. Libia

Sebuah konflik antara kelompok-kelompok bersenjata selama 15 bulan mengakibatkan ratusan penduduk tewas dan ribuan terlantar di bulan Juni 2020. Dan setahun kemudian, negara ini masih mengalami kegelisahan akut dan politik yang tidak stabil.

Hampir 45% dari penduduk Libia mengalami kekerasan dalam 2 tahun terakhir, dan 25% mengatakan kekerasan tersebut adalah sesuatu yang paling membahayakan dalam hidup mereka.

7. Repulik Kongo

Negara ini masuk ke dalam daftar karena hubungannya dengan negara tetangga semakin memburuk. Perbatasan antara Kongo dan Zambia dipenuhi peperangan antara kedua militer untuk memperebutkan sebuah teritori.

Peperangan ini menghabiskan sekitar 9% dari produk domestik bruto.

6. Somalia

Di bulan Juni 2021, negara Amerika menyatakan negara ini sebagai sebuah tempat yang tidak boleh dikunjungi dikarenakan seringnya terjadi penculikan, pembunuhan dan aktivitas kriminal lainnya. Sering terjadi tindakan terorisme pada airport, bangunan-bangunan pemerintah, hotel dan area perbelanjaan.

Sekitar 20% penduduk Somalia menjadi terlantar karena pemerintahnya sedang mengalami konflik dengan salah satu grup militan yang bernama al-Shabab.

5. Irak

Negara Timur Tengah ini selalu berada dalam daftar 5 negara paling berbahaya sejak tahun 2015.

Walaupun kematian karena tindakan terorisme telah menurun sejak jatuhnya ISIS, negara Irak masih dinyatakan tidak aman karena sering terjadi penculikan dan kekerasan. Masih banyak kelompok teroris dan pemberontak yang menyerang pemerintah dan penduduk.

4. Sudan Selatan

Negara Afrika ini memisahkan diri dari Sudah dan menyatakan kemerdekaannya di tahun 2011. Namun perselisihan antara kedua negara ini masih sering terjadi dan berdampak buruk ke para penduduk, termasuk diantaranya kekerasan seksual. Sekitar 4 juta penduduk terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya.

Kekerasan yang terjadi di negara ini telah menghabiskan sekitar 40% dari produk domestik bruto di tahun 2020.

3. Siria

Sejak pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, negara Timur Tengah ini mengalami peningkatan untuk kestabilan politiknya. Walaupun begitu, ancaman terorisme semakin meninggi. Negara ini mengalami serangan bertubi-tubi dari ISIS dan al-Qaida di tahun 2020.

Siria merupakan negara yang mendapatkan dampak ekonomi terburuk akibat kekerasan, mereka kehilangan sekitar 82% output ekonomi mereka.

Sekitar 5,5 juta penduduk, banyak diantaranya adalah anak kecil, harus kabur meninggalkan negaranya sejak terjadinya peperangan.

2. Yaman

Negara yang terletak di Teluk Persia ini mengalami penurunan kedamaian sejak tahun 2008. Perang sipil antara koalisi yang dipimpin oleh Saudi dan para pemberontak Houthi yang didukung oleh Iran, telah memakan 100.000 korban jiwa sejak 2015.

Hampir 13% penduduk di negara ini adalah para pengungsi atau penduduk yang terlantar. 51% penduduk menganggap negara ini sudah tidak seaman dulu.

1. Afganistan

Negara ini menjadi negara paling tidak aman selama 4 tahun berturut-turut, bahkan sebelum kelompok militan Taliban mengambil alih negara ini di tahun 2021.

Dampak buruk dari terorisme di negara ini adalah yang tertinggi di dunia, walaupun sudah menurun di beberapa tahun terakhir.

Sejak Taliban menguasai negara ini, hanya sebagian orang yang diperbolehkan untuk meninggalkan negara ini. Taliban telah mengeksekusi beberapa staf pemerintah terdahulu, menyerang rumah-rumah para jurnalis dan aktivis. Hak para wanita juga mengalami serangan yang cukup berat.

Kekerasan di Afganistan telah mengorbankan sekitar 40% dari bruto produk domestik di tahun 2020.

~

Bagi teman-teman yang ingin mengunjungi sebuah negara, semoga bukan di antara ke-9 negara di atas atas ya.

Tinggalkan komentar