Amati Pikiran Dan Emosi Kamu. Ini Manfaatnya!

Sejak beberapa minggu terakhir saya sedang tertarik dengan topik stres. Bagaimana sih caranya menghindari stres, dan bagaimana cara mengatasinya jika kita mengalami stres.

Saya sempat membagikan Cara Mengatasi Pekerjaan Yang Datang Bertubi-tubi. Tapi saya pikir kita juga perlu membahas bagaimana cara mengatasi stres yang timbul.

Ide utama dari artikel hari ini berasal dari buku The Power of Now yang ditulis oleh Eckhart Tolle. Saya baru membaca sampai 60-an halaman, saya coba praktekkan apa yang diajari dalam buku tersebut dan hasilnya sangat bermanfaat bagi saya.

Jika teman-teman tertarik untuk membacanya, bisa dibeli bukunya di Tokopedia di sini https://tokopedia.link/MgL791Nigpb

Pembelajaran terbesar dari buku ini bagi saya adalah amati pikiran dan emosi kita sendiri.

Maksudnya bagaimana?

Ketika kita sedang diserbu oleh pikiran-pikiran negatif, bahkan sampai membuat diri kita emosi, pada saat itu kita harus segera memisahkan diri kita dari hal-hal negatif tersebut. Ketika kita berhasil melakukannya, berarti kita berhasil untuk tidak dikendalikan oleh kondisi negatif tersebut, sehingga kita bisa dengan pikiran jernis mengatasinya (atau bahkan sebenarnya tidak perlu diatas karena sudah teratasi sendiri).

Misalnya ketika kita jengkel karena diperlakukan tidak adil oleh atasan atau rekan kerja. Ini yang bisa kita lakukan:

  1. Berhenti sejenak, tarik nafas dalam-dalam, tahan sejenak dan buang perlahan-lahan. Ulangi beberapa kali sampai terasa enak.
  2. Sekarang saatnya kita amati pikiran dan emosi kita.
    • Harus jujur! Akui kalau diri kita sedang tidak senang terhadap seseorang karena dia membuat kita marah.
    • Setelah itu, identifikasikan mengapa kita bisa marah. Apa penyebabnya? Kenapa perlakuan dari orang tersebut bisa membuat kita marah? Apakah karena kita merasa tidak adil? Apakah karena kita sebenarnya sedang ada urusan lain yang lebih penting yang harus diselesaikan, padahal orang tersebut tidak tau? Atau yang lainnya?
    • Lalu ubah sudut pandang kita seakan-akan diri kita ini adalah orang lain. Anggap nama saya adalah Tono ya. Ubah sudut pandang dari “saya sedang marah” menjadi “Seorang Tono sedang dalam kondisi yang kurang menyenangkan karena…”
  3. Sekarang pikiran dan emosi yang merupakan bagian dari diri kita telah terpisah menjadi sebuah “kondisi” yang kita alami. Pada saat ini, kita akan lebih tenang dan lebih jernih melihat situasi ini. Lalu kita bisa lebih gampang mencari solusinya. Atau bahkan sudah tidak perlu solusi karena sebenarnya sudah tidak ada masalah, kita tidak ada perasaan marah.

Jika teman-teman mencoba cara ini dan tidak langsung berhasil, itu normal kok!

Tapi jika tidak dicoba berulang kali, kita tidak akan mengerti sepenuhnya cara mempraktekkannya. Atau kemungkinan lain adalah cara yang saya jelaskan di atas tidak sesuai untuk teman-teman. Jadi silakan dibaca langsung bukunya dan adaptasikan cara sendiri.

Semoga bermanfaat!

Leave a Comment