Apa Itu Butterfly Effect?

Ketika kita membaca artikel-artikel ilmiah, cukup sering ditemukan referensi terhadap Butterfly Effect. Sebenarnya apa sih arti dari istilah tersebut?

Butterfly Effect jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti “efek dari seekor kupu-kupu”. Nah, ada apa dengan kupu-kupu?

Butterfly Effect adalah sebuah istilah untuk menggambarkan bahwa terciptanya sebuah kondisi bergantung pada hal yang sangat kecil. Jika terjadi perubahan pada hal kecil tersebut, maka kondisi yang tercipta juga akan mengalami perubahan, bahkan bisa berubah banyak.

Baca juga Apa Artinya Pengembangan Diri?

Istilah ini ditemukan oleh seorang ahli matematika dan meteorologi bernama Edward Lorenz.

Pada suatu hari di tahun 1961, Lorenz sedang menjalankan ulang program untuk memprediksi cuaca. Ketika memberikan nilai sebuah variabel awal untuk perhitungan, dia memasukkan nilai 0.506, padahal nilai sebenarnya adalah 0.506127.

Setelah program tersebut selesai melakukan perhitungan, Lorenz menemukan perbedaan yang cukup besar dibandingkan dengan hasil sebelumnya. Pada awalnya dia mengira ada kerusakan pada piranti keras komputernya. Namun akhirnya dia menemukan bahwa perbedaan tersebut karena nilai dari variable awal yang hanya beda 0.000127 saja.

Di tahun 1963, Lorenz mempublikasikan studi tentang efek ini. Dalam publikasinya dia menyebut bahwa satu kepakan sayap burung camar laut bisa mempengaruhi kondisi cuaca kedepannya. Setelah itu, rekan kerjanya menyarankan untuk menggunakan hewan kupu-kupu, agar lebih dramatis lagi.

Dari sana lah awal mula munculnya istilah Butterfly Effect.

Jika dulu, ayah atau ibu kamu merasa malu untuk menyatakan cinta ke pasangannya, mungkin kamu tidak akan membaca artikel ini. 🙂

Tinggalkan komentar