Apa Itu Kesemutan? Perlukah Khawatir?

Kita sedang bekerja di depan meja komputer ataupun sedang nonton TV. Kita gonta-ganti posisi, kaki lipat sana-sini, badan disandarkan dikit, ah.. akhirnya dapat deh posisi yang enak.

Setelah sejam berlalu, kantung kemih mulai protes, kamu pun terpaksa bangkat untuk menyalurkan hasrat si kantung kemih. Tapi… kamu tidak bisa bergerak karena kaki kamu seperti dikerubungi ribuan semut.

Kejadian ini sering kita sebut dengan istilah “kesemutan”, walaupun sebenarnya tidak ada seekor pun semut yang ada di kaki kita. Kesemutan juga bisa terjadi pada bagian tubuh lainnya seperti tangan.

Sebenarnya apa sih yang menyebabkan kita bisa merasakan kesemutan? Mari kita bahas.

Parestesia

Dalam bahasa medis, kondisi kesemutan disebut sebagai parestesia. Kondisi ini timbul karena aliran darah ke titik syaraf tertentu terhenti. Alhasil, ransangan listrik di sistem syaraf tersebut tidak tersalur sepenuhnya.

Kondisi kesemutan biasanya bersifat sementara. Ketika kita duduk dengan posisi melipat kaki, bagian yang terjepit atau tertindih akan merasakan kesemutan ketika peredaran darah kembali normal setelah kita berganti posisi. Setelah beberapa saat, kerja syaraf juga akan kembali normal.

Penyebab Kesemutan Lainnya

Namun, ada penyebab-penyebab lainnya yang bisa menyebabkan bagian tubuh kita kesemutan. Jika kesemutan yang terjadi adalah karena hal-hal berikut, kita sebaiknya sedikit khawatir dan segera mengatasinya.

Dehidrasi

Ketika tubuh kita kekurangan cairan, darah kita akan mengental. Darah yang kental akan lebih sulit tersalurkan sehingga bisa menyebabkan kita merasakan kesemutan di bagian tubuh tertentu.

Untuk mengatasinya cukup mudah, segera minum air putih agak banyak agar tubuh kembali mendapatkan cairan yang dibutuhkan.

Hiperventilasi

Hipervintalisa adalah bahasa medis untuk kondisi bernapas secara berlebihan atau terlalu cepat.

Apa yang terjadi ketika kita bernapas terlalu cepat?

Dalam keadaan ini, kita akan mengeluarkan karbon dioksida lebih banyak daripada kita menghirupnya. Ketika kadar karbon dioksida dalam tubuh menurun, otak akan memberikan instruksi pada tubuh untuk menyempitkan pembuluh darah.

Jangan bingung ya. Tubuh kita juga membutuhkan karbon dioksida CO2. Pernapasan yang sehat juga membutuhkan asupan CO2.

Ketika hal ini terjadi, jari-jari kita akan merasakan seperti kesemutan. Jika kondisi ini terus berlanjut cukup parah, otak akan kurang mendapatkan asupan oksigen dan kita bisa pingsan.

Kurang Vitamin

Kekurangan vitamin yang berpengaruh untuk sistem saraf juga bisa menimbulkan gejala kesemutan. Vitamin neurotropik terdiri dari vitamin B1, B6 dan B12.

Untuk mengatasinya, kita bisa mengonsumsi suplemen vitamin tersebut. Yang paling bagus adalah jika setiap hari kita mendapatkan asupan vitamin tersebut dari makanan seperti kacang-kacangan, daging merah, telur, susu dan produk turunannya.

Perlukah Khawatir Terhadap Kesemutan?

Walaupun pada umumnya kondisi kesemutan ini bukanlah sesuatu yang membahayakan, tapi kadang kala bisa menjadi sebuah indikator penyakit lain.

Parestesia bisa menjadi penanda adanya penyakit anemia, diabetes, saraf dan juga kerusakan organ. Jika kita sering merasakan kesemutan yang terjadi bukan karena tertindih, segera periksakan ke dokter ya.

Dan juga, kita juga tidak boleh menganggap kesemutan karena ketindihan itu tidak berbahaya. Jika sering dilakukan, akan timbul resiko sistem sarah kita rusak. Ya… lebih baik lasak sedikit, gonta-ganti posisi agar tidak kesemutan, daripada terjadi hal yang tidak diinginkan.

Leave a Comment