Apa Itu NFT?

Ini dia sesuatu yang sedang nge-trend, NFT!

Dalam artikel ini saya akan mencoba membahas tentang NFT dengan bahasa yang sesederhana mungkin agar bisa lebih mudah dimengerti.

Non-Fungible Token

Itu adalah kepanjangan dari NFT, yang artinya adalah sebuah token yang tidak bisa ditukar.

Tidak bisa ditukar dalam konteks ini adalah sesuatu yang unik, yang hanya ada satu di dunia ini. Contohnya, lukisan Monalisa hanya ada satu di dunia, karena itu lukisan tersebut termasuk dalam kriteria non-fungible. Kaos dengan brand tertentu yang diproduksi massal termasuk dalam kriteria fungible.

Token adalah sebuah identitas. Contohnya, nomor KTP atau nomor SIM kita.

Nah, berarti bisa kita artikan bahwa NFT ini adalah sebuah identitas unik, yang hanya ada satu di dunia. Lalu apa yang membedakan NFT ini dari misalnya no KTP kita?

Karya Seni Digital

Nah, NFT ini digunakan sebagai identitas karya seni dalam bentuk digital.

Karya seni digital itu misalnya icon, ilustrasi, logo, musik, video, semuanya yang ada bentuknya di dunia digital. Bahkan tweet pertama oleh pencipta Twitter itu juga bisa dijadikan NFT.

NFT dari karya seni ini kemudian bisa dijual menggunakan mata uang digital. (Kita akan membahas nanti mengapa menggunakan mata uang digital)

Wujud NFT

NFT menggunakan teknologi blockchain seperti yang dipakai dalam mata uang digital. Yang artinya setiap orang memiliki akses ke catatan seluruh transaksi yang terjadi di dunia ini.

Karena transaksi NFT bergantung pada teknologi blockchain, itulah sebabnya transaksi NFT harus menggunakan mata uang digital. Saat ini Ethereum merupakan mata uang digital yang paling memiliki transaksi NFT paling aktif.

Harga NFT

Oktober 2015, teknologi NFT pertama kali didemonstrasikan di DEVCON 1, konferensi pertama yang diselenggarakan oleh Ethereum. Projek Etheria yang dipakai adalah seperti sebuah dunia digital yang berisi 457 buah petak lahan yang bisa diperjualbelikan.

Pada saat itu, sepetak lahan yang berbentuk heksagonal ditentukan seharga 1 ETH (sekitar 43 sen dollar), namun tidak ada yang membeli. Hehe, buat apa coba?

Selang 5 tahun kemudian, pada tanggal 13 Maret 2021, ketika NFT mulai nge-trend, semua lahan tersebut terjual habis dalam 24 jam. Jika dihitung-hitung sekarang, nilainya sudah naik menjadi 1,4 juta dollar. Bayangkan jika kemarin itu kamu borong semua, hanya sekitar 200 dollar saja!

Inilah yang membuat NFT menjadi sesuatu yang hype banget!

Harga NFT termahal hingga hari ini (September 2021) adalah 69 juta dollar loh! Ini tampilan karya seninya.

Beeple, Everydays – The First 5000 Days. Courtesy of the artist and Christie’s.

Dan yang ini terjual dengan harga 11,7 juta dollar di bulan Juni 2021 kemarin.

CryptoPunk 7523

Mengapa harga NFT bisa begitu mahal?

Setiap karya seni digital tersebut dijual dengan sistem lelang, jadi bukan ditentukan oleh si pencipta karya seni tersebut.

Semakin banyak orang yang menginginkan karya seni tersebut, maka otomatis harganya akan semakin mahal. Mengapa banyak orang yang menginginkannya, sudah pasti karena si penciptanya adalah orang yang terkenal, ataupun ada cerita yang menarik di balik karya seni tersebut.

Bukankah hal yang sama juga terjadi di dunia nyata? Mengapa lukisan Monalisa begitu mahal? Padahal masih banyak lukisan lainnya yang jauh lebih indah. Mengapa lukisan yang hanya berupa sebuah garis bisa terjual hingga jutaan dollar?

Masalah Plagiarisme

Pertanyaan yang paling sering dilontarkan tentang NFT adalah bagaimana kita bisa mengetahui bahwa yang menjual karya seni digital adalah si pemilik asli?

Kabar buruknya adalah belum ada cara verifikasi yang tepat dan ketat dalam dunia NFT. Banyak artis-artis yang menemukan banyak hasil karyanya diperjualbelikan tanpa sepengetahuan mereka.

Karena itu, bagi kamu yang ingin mencoba-coba mencari keuntungan di dunia jual-beli NFT, harus lebih ekstra hati-hati sebelum membeli hasil karya.

Semoga penjelasan tentang NFT yang saya buat ini cukup sederhana dan bisa dimengerti teman-teman sekalian. 😉

Tinggalkan komentar