Apakah Memakan Emas Berbahaya?

Akhir-akhir ini kita mulai sering mendengarkan berita tentang sebuah kuliner yang menggunakan bahan emas.

Bahkan ada sebuah merek air mineral, Acqua di Cristallo Tributo, yang merupakan air mineral termahal di dunia yang mengandung 5 gram emas untuk setiap ukuran 750 ml.

Yang membuat saya penasaran adalah, apakah berbahaya bagi tubuh kita jika kita memakan emas?

Secara logika, saya belum pernah mendengarkan ada berita orang keracunan karena emas yang dimakannya. Selain itu, semakin banyak berita tentang kuliner mahal yang mengandung emas. Jadi, kita bisa menyimpulkan bahwa emas itu aman jika dimakan. Namun, bagaimana dengan penjelasannya?

Karena itu, saya mulai mencari informasi menggunakan bantuan Mbah Google, dan inilah hasilnya.

Emas Murni

Menurut kedokteran, emas adalah sebuah elemen yang tidak beracun bagi tubuh kita.

Memang emas bisa berbahaya jika dimasukkan ke dalam sel tubuh kita, namun hal ini hampir tidak bisa terjadi. Untuk memasukkan emas ke dalam sel, sudah pasti harus menggunakan alat yang canggih dan emas yang akan dimasukkan harus dalam bentuk partikel nano. Jadi emas yang kita telan sudah pasti tidak bisa menembus selaput sel.

Emas yang dipakai sebagai bagian dari kuliner juga harus merupakan emas yang murni, antara 23-24 karat. Tidak sama seperti emas yang kita pakai sebagai perhiasan, sudah pasti ada dicampur dengan logam lainnya yang bisa berbahaya bagi tubuh kita.

Emas yang dipakai untuk kuliner terkadang juga dicampur dengan logam lainnya yang aman bagi tubuh, misalny perak. Kandungan emas minimal harus sebanyak 90%.

Efek Samping

Menurut penelitian yang ada sampai hari ini, efek samping buruk yang bisa timbul dari memakan emas hanya terjadi pada sekelompok kecil orang yang memang memiliki alergi tinggi terhadap logam emas.

Efek samping lainnya, sudah pasti, adalah kita menjadi lebih miskin. Hehe. Namun eek (kotoran) kita menjadi lebih mahal jika ada orang yang mau membelinya :p

Tinggalkan komentar