Apakah Minum Kopi Menyebabkan Ketergantungan?

Saya bisa dibilang seorang pecinta kopi. Biasanya saya minum kopi hitam pahit tanpa gula. Kalau lagi pengen yang manis, saya akan campur susu UHT dan kental manis.

Kamu juga pecinta kopi?

Ternyata kopi adalah cairan yang merupakan komoditas terbesar kedua di dunia setelah minyak. Pantas saja begitu banyak bermunculan kafe kopi baru, hampir setiap hari.

Banyak yang mengatakan kopi itu aman, tidak menyebabkan ketagihan atau ketergantungan. Mungkin benar. Buktinya jika kita sehari tidak bisa minum kopi, tidak masalah. Tidak seperti ketagihan atau ketergantungan yang disebabkan oleh obat terlarang, misalnya kokain.

Tapi, bagi kita yang rutin minum kopi lebih dari 1 cangkir sehari, ketika kita tidak bisa menikmati kopi hari ini saja, kita akan merasa gak enak. Bahkan ada yang merasa letih, ngantuk dan sakit kepala. Bukankah ini sebuah bentuk “ketergantungan”?

Jadi, kita tidak perlu menyangkal lagi kalau kopi menyebabkan ketergantungan ya. Yang penting aman. Hehe.

Penyebab Muncul Ketergantungan Pada Kopi

Otak kita memiliki reseptor (penerima) suatu senyawa kimia bernama adenosin. Setelah otak bekerja seharian, semakin banyak reseptor yang dipenuhi oleh adenosin. Hal ini yang menimbulkan rasa lelah atau ngantuk.

Kafein yang kita dapatkan dari kopi ternyata memiliki susunan kimia yang mirip dengan adenosin. Dan kafein ini bisa menjadi substitusi adenosin untuk memenuhi reseptor yang ada di otak kita. Hanya saja, bedanya kafein tidak menyebabkan rasa lelah atau ngantuk.

Terlebih lagi, kafein bisa memicu produksi hormon dopamin dalam tubuh yang bisa menimbulkan perasaan senang bahagia. Karena itulah kita akan merasa segar terus.

Namun…

Semakin sering otak kita menerima kafein, semakin bertambah reseptor-reseptor tersebut sebagai bentuk adaptasi. Sehingga kita membutuhkan semakin banyak kafein.

Kafein yang kita konsumsi akan berkurang jumlahnya sebanyak 50% setelah 6 jam. Misalnya kita mengonsumsi kopi dengan kandungan kafein sebesar 100mg, setelah 6 jam akan tersisa 50mg kafein dalam tubuh kita, setelah 6 jam lagi akan tersisa 25mg, dst.

Itulah sebabnya kita membutuhkan asupan kopi lagi setelah 6 jam jika ingin tetap terjaga kesegarannya. Dan semakin sering kita minum kopi, asupan kopi yang kita butuhkan juga semakin banyak.

Mengatasi Ketergantungan Pada Kopi

Jika sudah ketergantungan pada kopi, bagaimana caranya untuk mengembalikan kondisi seperti semula?

Nah, saya juga butuh informasi ini. Karena itulah saya mencari tahu dan membuat artikel ini.

Ternyata, tidak ada cara mudah. Haha…

Ada dua cara, yang satu caranya cepat dan butuh disiplin yang kuat, yang satunya lagi caranya lebih lama namun lebih santai.

1. Puasa Minum Kopi Total

Saya tidak bisa menyebutkan berapa hari, karena bergantung pada tingkat ketergantungan tubuh kita terhadap kafein. Jika sudah cukup akut, maka dibutuhkan waktu yang lebih lama.

Sampai kapan? Sampai kamu bisa melakukan aktifitas sehari-hari dengan normal, tanpa merasa pusing-pusing, cepat lelah atau ngantuk.

Ketika mulai puasa minum kopi di hari pertama, biasanya kita akan cepat merasa mata berat, walaupun semalam kita sudah mendapatkan tidur yang cukup. Bahkan ada yang bisa merasakan pusing-pusing selama 1-2 hari. Mau gimana lagi, ya terpaksa deh libur kerja.

Tapi cara ini sangat cepat untuk mengembalikan kondisi tubuh kita ke seperti semula sebelum membutuhkan kopi.

2. Pengurangan Secara Bertahap

Cara ini relatif lebih gampang. Kamu tidak perlu berhenti minum kopi, kamu hanya perlu mengurangi porsinya.

Misalnya sekarang kamu biasanya minum 4 cangkir kopi sehari. Lalu kamu mulai kurangi menjadi 3 cangkir / hari.

Kamu akan merasakan sedikit gangguan seperti cepat lelah dan ngantuk, tapi kamu gak akan sampai pusing-pusing seperti jika kamu puasa total.

Setelah beberapa hari atau minggu, kondisi tubuh akan mulai kembali normal, kamu pun bisa lanjut mengurangi porsi minum kopi kamu sampai jumlah yang normal.

Porsi Kafein Yang Disarankan

Menurut kedokteran, kita akan keracunan kafein jika tubuh mengonsumsi sebanyak 150 mg kafein (sekitar satu cangkir kopi) per kilogram tubuh kita. Jika kamu memiliki bobot tubuh 60 kg, maka kamu akan keracunan jika mengonsumsi sebanyak 150 mg x 60 = 9 gram kafein, dan harus dikonsumsi sekaligus.

Namun ini tidak mungkin terjadi, karena sebelum kamu bisa mengonsumsi sebanyak itu, tubuh kamu akan memuntahkan kopi yang kamu minum.

Kembali ke pembahasannya, berapa sih asupan kafein yang normal?

Menurut saya, ini tergantung gaya hidup sih. Jika kamu harus bekerja dengan waktu yang lebih panjang dan dituntut untuk memiliki kewaspadaan yang tinggi, misalnya sebagai supir truk, mungkin kamu butuh lebih banyak kopi.

Saran saya, usahakan untuk melakukan puasa ketika kamu sedang tidak membutuhkan kafein, misalnya ketika libur panjang.

Jikapun kamu memang sangat menikmati minum kopi, beli biji kopi yang sudah di decaf (dibuang kafeinnya), aromanya tetap joss kok! Hehe.

Tinggalkan komentar