Asal Mula Lampu Lalu Lintas

Lampu lalu lintas adalah sebuat alat yang dipasang di persimpangan jalan untuk mengatur lalu lintas. Alat ini memiliki tiga buah lampu dengan warna berbeda: merah, kuning dan hijau. Bagaimana asal mula alat ini diciptakan? Ayuk kita simak di tulisan ini.

Alat Pengatur Lalu Lintas Pertama

Alat pengatur lalu lintas pertama kali dipasang dekat British House of Parliament, pada persimpangan jalan George and Bridge Streets. Alat ini berupa semapur dengan penunjuk (seperti jam) dan lampu, beroperasi dengan tenaga gas. Alat ini ditemukan oleh seorang mekanik kereta api bernama John Peake Knight.

Alat ini dioperasikan secara manual oleh polisi. Di siang hari atau ketika hari masih terang, jarum penunjuk akan digerakkan untuk menginstruksikan pengemudi untuk “berhenti” atau “hati-hati”. Di malam hari atau ketika hari sudah gelap, lampu yang akan digunakan, merah berarti “berhenti” dan hijau berarti “hati-hati”.

Alat ini dipasang pertama kali pada tanggal 10 Desember 1868. Sayangnya, sekitar sebulan kemudian pada tanggal 2 Januari 1868, alat ini meledak dan melukai polisi sehingga harus dioperasi.

Alat Pengatur Lalu Lintas Dengan Signal Tiga Warna Yang Pertama

Di tahun 1912, alat pengatur lalu lintas diletakkan di atas sebuah menara. Menara ini dipasang di Rue Montmartre dan Grande Boulevard, Paris. Menara signal ini memiliki kotak baja bersisi empat yang dapat berputar, di bagian bawahnya adalah lemari kaca yang menunjukkan tulisan “Stop” dalam warna merah dan “Go” dalam warna putih. Menara ini juga dioperasikan secara manual oleh polisi.

Menara pengatur lalu lintas ini dipublikasikan di sebuah majalah The Rider and Driver Magazine, dan kemudian Amerika Serikat mulai merancang menara pengatur lalu lintas mereka. Menara ini merupakan inovasi pertama yang menggunakan tiga jenis warna lampu, dan dipasang pertama kali di kota Detroit.

Yang merancang alat ini adalah seorang polisi bernama William Potts. Dia mengkhawatirkan bagaimana para polisi yang bertugas pada empat buah lampu signal dapat mengganti signal mereka secara bersamaan. Jawaban yang dia temukan adalah dengan menambah satu warna lagi sebagai signal hati-hati. Warna yang digunakan adalah warna kuning yang menyerupai warna rel kereta api.

Potts juga menambahkan pengatur waktu pada setiap menara untuk mengkoordinasi satu set (4 buah) menara yang dipasang di persimpangan jalan.

Lampu Lalu Lintas Yang Diatur Komputer

Lampu lalu lintas mengalamai banyak perubahan, mulai dari pengaturan secara manual di tahun 1860 hingga pengaturan menggunakan waktu. Saat ini bahkan menjadi lebih canggih lagi, lampu lalu lintas telah diatur oleh komputer. Alat pendeteksi tekanan dipasang di persimpangan jalan, sehingga berapa banyak mobil dan berapa lama mereka berhenti dapat diketahui oleh komputer. Dengan ini, durasi lampu hijau menyala juga dapat diatur berdasarkan jumlah kendaraan yang menunggu.

Salah satu contoh adalah di Denver tahun 1952. Satu komputer dapat mengatur 120 buah lampu lalu lintas dan 6 buah detektor tekanan yang mengukur arus bolak balik lalu lintas.

Kapan yach bisa seperti ini di Indonesia?

Tinggalkan komentar