Atmosfer Matahari Jauh Lebih Panas Daripada Permukaannya

Korona adalah bagian atmosfer terluar dari matahari. Kita bukan berbicara tentang virus ya.

Korona bisa terbentang hingga ribuan kilometer di atas permukaan matahari yang terlihat oleh mata kita. Semakin jauh, korona akan berubah menjadi angin surya yang mengalir ke tata surya.

Wujud korona yang sebenarnya adalah berupa plasma (partikel bermuatan). Tekanan dan kepadatan korona jauh lebih rendah daripada atmosfer Bumi. Suhu di sekitar korona bisa mencapai lebih dari satu juta derajat celcius, jauh lebih panas daripada permukaan matahari yang memiliki suhu sekitar 5.500º celcius.

Sebuah contoh dalam kehidupan sehari-hari sebagai perbandingan adalah ketika kita memasak air. Uap yang terbentuk jauh lebih panas daripada air yang mendidih. Air bisa bertahan dalam wujud cairan hingga 100º C, jika dipanaskan lebih lanjut maka akan menjadi uap air (kepadatan menurun). Air jika didinginkan bisa menjadi es (kepadatan naik). Itulah sebabnya, kepadatan berbanding terbalik dengan suhu maksimal.

Di bawah korona adalah lapisan atmosfer matahari yang disebut sebagai kromosfer. Ada wilayah di antara kromosfer dan korona yang disebut sebagai area transisi. Pada bagian ini, kepadatan plasma semakin menurun, sehingga suhu naik drastis, dari ribuan derajat menjadi lebih dari satu juta derajat celcius.

Dengan mata telanjang, kita tidak bisa melihat lapisan atmosfer matahari. Hal ini dikarenakan permukaan matahari yang sangat terang, sehingga lapisan atmosfer yang jauh lebih gelap tidak akan bisa terlihat.

Namun ada kondisi tertentu di mana kita bisa menyaksikan lapisan atmosfer matahari, misalnya ketika gerhana matahari total. Cincin yang terlihat itu sebenarnya adalah lapisan atmosfer yang menyala.

Salah satu cara lain adalah dengan menggunakan alat yang bernama koronagraf, sebuah teleskop yang bisa menghalangi cahaya dari bintang yang sedang diamati, sehingga benda-benda di sekitar bintang tersebut bisa terlihat.

Sumber: https://scied.ucar.edu/learning-zone/sun-space-weather/solar-corona

Tinggalkan komentar