Bagaimana Cahaya Aurora Yang Indah Terbentuk?

Aurora adalah fenomena alam yang terlihat seperti cahaya yang menari pada lapisan ionosfer. Fenomena ini hanya dapat ditemukan di daerah sekitar kutub. Aurora yang ada di kutub utara disebut aurora borealis, dan yang ada di kutub selatan disebut aurora australis.

Aurora terbentuk karena angin dari Matahari terbang dan menabrak elemen-elemen yang ada di atmosfer Bumi. Kecepatan angin yang membawa elektron-elektron ini adalah sekitar 1,6 juta km/jam. Ketika mencapai Bumi, sekitar 40 jam setelah meninggalkan Matahari, angin ini akan mengikuti jalur medan magnet Bumi, melintasi magnetosfer, dan kemudian akan terbentuk area seperti tetesan air yang penuh dengan listrik dan medan magnet.

Ketika angin mencapai bagian atas atmosfer, elektron-elektron akan menabrak oksigen dan nitrogen di ketinggian sekitar 32 sampai 320 kilometer di atas permukaan Bumi. Warna dari aurora yang terbentuk bergantung pada atom-atom yang tertabrak dan dimana terjadinya tabrakan ini.

  • Warna hijau terjadi karena menabrak oksigen pada ketinggian diatas 240 km.
  • Warna merah terjadi karena menabrak oksigen pada ketinggian sekitar 240 km.
  • Warna biru terjadi karena menabrak nitrogen pada ketinggian diatas 100 km.
  • Warna ungu terjadi karena menabrak nitrogen pada ketinggian sekitar 100 km.

Semua daya listrik dan magnet bergantian bereaksi satu sama lain, dan kita akan melihatnya seakan-akan aurora menari di atmosfer. Arus listrik yang ada di sekitar atmosfer bisa mencapai 20 juta amper, 50 ribu volt.

Tinggalkan komentar