Bagaimana Untuk Tetap Fokus Ketika Merasa Bosan Bekerja Mencapai Tujuan

Saya membaca sebuah tulisan mengenai bagaimana agar kita tetap fokus dalam mencapai tujuan kita, bahkan ketika kita merasa sangat bosan dengan apa yang kita lakukan. Pesan dari penulis ini sangat mengena, karena itu saya akan menuangnya ke dalam tulisan ini.

Kita semua pasti memiliki beberapa tujuan dalam hidup kita, tetapi bukanlah suatu hal yang mudah untuk tetap fokus dalam mencapai hal-hal tersebut.

Banyak orang yang berkata, “Saya memulainya dengan niat yang kuat, tetapi saya tidak bisa konsisten dalam waktu yang lama.”, atau “Saya tidak memiliki ketahanan mental untuk tetap fokus dan melaksanakannya.”

Jangan khawatir. Saya juga beberapa kali seperti ini. Sebagai contoh, saya akan memulai sebuah projek, setelah mengerjakannya selama beberapa hari atau minggu, saya akan kehilangan fokus dan memulai sesuatu hal yang baru. Dan saya sudah seperti ini beberapa kali, pada akhirnya saya tidak mencapai apa-apa.

Mungkin kamu juga pernah merasakan hal seperti ini. Karena itu, lanjut baca dan saya yakin kamu akan mendapatkan semangatmu kembali.

Pelajaran Dari Seorang Pelatih Olahraga (Gym)

Suatu hari ada seorang pelatih yang telah melatih banyak orang selama karirnya, termasuk beberapa atlit nasional dan Olimpiade.

Ketika ditanya “Apa perbedaan antara atlit-atlit terbaik dan orang-orang lainnya? Apa yang dilakukan orang-orang sukses, tetapi tidak dilakukan banyak orang?”

Dia menyebutkan hal seperti genetikkeberuntungan dan talenta. Tetapi kemudian dia mengatakan satu hal yang, menurut saya, tidak pernah terpikirkan atau terlupakan oleh kita, yaitu “Pada suatu waktu, akan sampai pada, siapa yang dapat menghadapi kebosanan dari latihan yang dilakukan setiap hari, mengangkat beban yang sama berulang kali.”

Cukup mengena bukan?

Banyak orang mendiskusikan bagaimana membuat diri kita termotivasi untuk bekerja mengejar tujuan-tujuan kita. Dalam hal apapun – bisnis, olahraga ataupun seni – banyak yang kita dengar dari orang-orang adalah “semua bergantung pada seberapa besar keinginan (gairah) yang kita miliki.”

Hasilnya, banyak orang kehilangan semangat dan motivasi karena mereka menganggap orang-orang sukses memiliki keinginan yang sangat besar dan tekad yang kuat, tetapi mereka tidak memiliki hal-hal ini. Tetapi ternyata hal ini adalah kebalikan dari apa yang dikatakan pelatih ini.

Pelatih ini mengatakan bahwa orang-orang sukses semuanya juga merasakan kebosanan dan kekurangan motivasi seperti yang lainnya. Mereka tidak memiliki pil ajaib yang dapat membuat mereka semangat setiap hari. Tetapi apa yang berbeda dari mereka adalah mereka tetap teguh mengejar tujuan mereka dan tidak membiarkan emosi mereka mempengaruhi aksi mereka. Orang-orang sukses tetap bekerja walaupun bosan, dan terus melakukan hal-hal yang diperlukan untuk mencapai tujuan mereka.

Intinya, yang membedakan orang-orang papan atas dari yang lainnya adalah kemampuan untuk tetap bekerja ketika pekerjaan tersebut tidak gampang. Inilah perbedaan antara profesional dan amatiran.

Bekerja Ketika Pekerjaan Tersebut Tidak Gampang

Semua orang dapat bekerja ketika mereka termotivasi.

Ketika remaja, saya adalah seorang atlit bulutangkis. Saya sangat semangat untuk latihan ketika memenangkan suatu pertandingan. Saya senang dan merasa dapat mengalahkan siapa pun. Sebagai pengusaha, saya senang bekerja ketika hasil penjualan terus naik. Hasil ini yang terus mendorong saya untuk terus bekerja.

Tetapi apa yang terjadi ketika kita bosan? Bagaimana bisa pekerjaan selanjutnya terasa sulit? Bagaimana jika kita tidak mendapatkan hasil seperti yang kita harapkan?

Apakah kita bisa bertahan bekerja selama 10 tahun seperti ini?

Sekali lagi, perbedaannya adalah kemampuan untuk bekerja ketika pekerjaan tersebut tidak gampang.

Yang Penting Bukanlah Hasil, Tetapi Prosesnya

Sering kali apa yang kita pikirkan dari tujuan-tujuan kita adalah hasilnya. Kita melihat kesuksesan sebagai sebuah peristiwa yang dapat dicapai atau diselesaikan.

Sebagai contoh:

  • Jika berat badan saya turun 10 kg, saya akan memiliki bentuk tubuh yang indah.
  • Jika bisnis kita diulas di koran atau televisi, kita akan sukses
  • Jika karya saya dipajang di sebuah galeri besar, saya akan memiliki kredibilitas yang saya perlukan.

Yang diatas hanyalah beberapa cara kita menggambarkan sukses sebagai sebuah peristiwa.

Tetapi jika kita teliti orang-orang yang secara konsisten mencapai gol-gol mereka, bukanlah hasil atau peristiwa yang membuat mereka berbeda, tetapi komitmen mereka untuk tetap berada dalam prosesnya. Mereka jatuh cinta dengan latihan sehari-hari, bukan peristiwa atau hasil individual. Tetapi, tetap fokus pada proses ini akan memberikan kita hasil yang ingin kita capai.

Jika kita ingin menjadi penulis yang hebat, menulis sebuah buku best-seller merupakan sesuatu yang hebat. Tetapi satu-satunya jalan untuk mencapai hasil tersebut adalah jatuh cinta dengan proses menulis.

Jika kita ingin bisnis kita menjadi terkenal, pasti sangat membantu jika bisnis kita diulas di majalah bisnis terkenal. Tetapi untuk mencapai hasil tersebut, kita harus terus menurut melakukan proses marketing.

Jika kita ingin memiliki bentuk tubuh yang indah, menurunkan berat badan sebanyak 10 kg harus dilakukan. Untuk mencapai hal tersebut, kita harus tetap konsisten olahraga dan makan makanan yang sehat.

Jika kita ingin menjadi jauh lebih baik dalam satu bidang, kita harus tetap tekun melaksanakan segala hal yang diperlukan (prosesnya), tetapi bukan memimpikan hasil yang ingin kita capai.

Akhir kata. Ketika kita merasa bosan melakukan pengulangan atas hal-hal yang harus kita lakukan, ingatlah bahwa tetap melakukannya adalah yang membedakan kita dari para amatiran. Cintailah prosesnya, dan hasil-hasil yang kita inginkan akan datang dengan sendirinya.

Semoga bermanfaat!

Leave a Comment