Bau Bisa Menembus Masker, Bagaimana Dengan Virus Corona?

Salah satu yang akhir-akhir ini membuat saya penasaran (dan sedikit khawatir) adalah ketika saya mencium bau asap atau kentut ketika sedang memakai masker.

Padahal saya pernah mendengar bahwa ukuran partikel dari odor itu lebih kecil daripada ukuran partikel virus. Jadi, apakah sebenarnya kita terlindungi dari virus Corona ketika menggunakan masker?

Setelah saya membaca beberapa artikel tentang kesehatan dari sumber-sumber yang bisa diandalkan, saya menjadi lega. Singkat cerita, menggunakan masker akan sangat membantu kita melindungi diri dari COVID, dan memang benar kita masih tetap bisa mencium bau odor dari luar.

Begini penjelasannya.

Ukuran Partikel Odor dan Virus Sangat Beragam

Memang benar ukuran partikel dari bau tertentu itu lebih besar daripada ukuran virus tertentu. Namun ada banyak juga jenis odor yang ukuran partikelnya jauh lebih kecil daripada partikel virus Corona.

Sebagai perbandingan, ukuran partikel virus Corona itu adalah 340 kali lebih besar dibandingkan partikel dari bau kentut kita. (Jadi, teman-teman jangan kentut walaupun yang lainnya pada pakai masker ya, hehe.)

Selain itu, masker yang kita gunakan sebenarnya bertujuan untuk mencegah cipratan dari cairan mulut atau hidung orang lain ketika mereka sedang berbicara atau bersin. Jika ada virus Corona dalam cairan tersebut, virus ini pun sudah dalam bentuk gumpalan sehingga ukurannya jauh lebih besar dan tidak bisa menembus masker yang kita gunakan.

Bagaimana Dengan Oksigen?

Untungnya, oksigen yang kita hirup dan karbondioksida yang kita buang memiliki partikel yang sangat kecil, lebih kecil daripada virus. Kita tetap bisa bernafas dengan aman walaupun memakai masker seharian.

Sayangnya… bau kentut juga bisa menembus masker nih. Hehe.

Tinggalkan komentar