Cara Melawan Rasa Malas

Apakah kamu sering merasa malas ketika melakukan sesuatu?

Maklum saja, rasa malas itu cukup manusiawi kok. Kita bukanlah Tuhan, kita tidak sempurna, pasti kita pernah merasakan malas melakukan sesuatu.

Saya saja yang dibilang cukup rajin (ini kata orang-orang di sekeliling saya ya, bukan sok :p), sering merasa malas mengerjakan sesuatu. Banyak rutinitas yang saya lakukan setiap hari, saya jalankan secara terpaksa.

Saya pun merenung (hobi saya) dan mencari-cari tips bagaimana mengatasi rasa malas ini, dan ini adalah kesimpulan yang saya rasa cocok untuk diterapkan.

Berikut adalah tips yang saya temukan. Silakan teman-teman coba jika dirasa cocok.

1. Tanyakan “Apakah Penting?”

Sering kali yang terjadi adalah kita melakukan sesuatu hal tanpa mengetahui atau mengerti mengapa kita melakukan hal tersebut. Apakah penting? Apakah ada manfaatnya?

Mungkin seperti kasus saya, cukup banyak rutinitas yang saya lakukan itu saya rasa tidak penting karena tidak ada gunanya untuk saya. Hal-hal tersebut hanyalah pekerjaan yang dilakukan untuk atau demi orang lain.

Lantas kenapa saya melakukannya? Saya melakukannya karena sebuah tanggung jawab. Jika saya tidak melakukannya, saya merasa diri saya tidak bertanggung jawab, dan ini adalah sebuah nilai penting yang harus ada dalam diri saya. Saya ingin menjadi sebuah contoh yang baik untuk anak-anak saya.

Tuh… berarti penting kan?! Hehe.

Dalam proses seperti ini, sebenarnya kita sedang mencari kejelasan (clarity) atas apa yang kita lakukan. Dengan mengetahui atau mengerti dengan jelas, rasa malas pun akan berkurang.

Setiap kali merasa malas menghampiri, saya akan pikirkan kembali, “Saya melakukan hal ini demi menjadi contoh yang baik untuk anak saya.”. Saya pun lebih termotivasi untuk melanjutkan pekerjaan saya.

2. Cari Hal-Hal Positif

Walaupun kita sudah mengerti betapa pentingnya pekerjaan kita, tidak dipungkiri kalau tetap saja ada pekerjaan-pekerjaan penting yang rasanya… “Aduh.. males banget deh ngerjain ini lagi.. ini lagi…”

Ketika menghadapi kasus seperti ini, berhenti sejenak, kemudian coba lihat dari sudut pandang lain. Cari hal-hal positif dalam pekerjaan tersebut. Ingat bahwa setiap hal yang ada di dunia ini ada sisi baik dan sisi buruknya.

Misalnya, saya selalu merasa malas ketika saatnya melakukan briefing atau memberikan instruksi kerja ke para anggota. Pasti ada dari mereka yang cemberut, protes dan menunjukkan muka yang tidak senang.

Sisi positifnya adalah saya menganggap ini sebagai sebuah ajang untuk belajar berkomunikasi dengan baik, terkadang juga bisa mengasah kemampuan negosiasi ataupun kepemimpinan.

Bayangkan saja jika saya tidak dihadapi dengan masalah seperti ini, kapan saya bisa belajar bernegosiasi dan mengasah kemampuan leadership saya.

Sekarang setiap kali saya melakukan briefing atau memberikan instruksi kerja, saya memandangnya sebagai sebuah hal yang berbeda. Bukan sebagai sebuah pekerjaan, tapi sebagai ajang belajar yang akan memberikan manfaat kepada diri saya.

3. Selingi Dengan Hal Yang Kita Suka

Teman-teman suka minum kopi? Kalau saya suka minum kopi… Kopi hitam tanpa gula.

Salah satu cara agar tidak malas melakukan rutinitas yang membosankan adalah dengan menyelingi dengan hal-hal yang kita suka.

Contohnya, saya selalu menyeruput sedikit demi sedikit kopi hitam pahit saya ketika sedang memeriksa laporan transaksi harian.

Ingat ya… kata kuncinya adalah “selingan”. Jadi kita melakukan hal yang kita suka secara bersamaan ketika melakukan pekerjaan yang terasa bosan tersebut. Bukan melakukan hal yang kita suka setelah menyelesaikan pekerjaan.

Misalnya, setiap kali selesai memeriksa laporan sebanyak 10 buah transaksi, saya akan berhenti sejenak dan menikmati kopi hitam pahit saya yang masih panas.

Mengapa harus dilakukan secara berselingan seperti ini?

Tujuannya adalah pekerjaan yang membosankan ini akan berubah menjadi pekerjaan yang enak untuk dilakukan. Kita menggabungnya dengan hal-hal yang kita suka.

Akan berbeda jika kita melakukan sesuatu yang kita suka itu sebagai hadiah setelah selesai melakukan pekerjaan tersebut. Pekerjaan yang membosankan tersebut tetap akan terasa tidak enak, kita terpaksa melakukannya.

Teman-teman juga harus hati-hati dalam menentukan porsi hal-hal yang kita suka. Misalnya dalam kasus saya, saya mengizinkan diri saya untuk mendapatkan 1-2 seruput kopi, bukan secangkir kopi. Sistem work-reward ini harus seimbang ya.

~

Nah, jadi itu 3 tips yang bisa saya berikan agar kita lebih terbebas dari rasa malas ketika melakukan hal-hal yang penting dalam hidup kita.

Semoga bermanfaat dan silakan dibagikan ke teman-teman kalian ya.

Leave a Comment