10 Fakta Menarik Tentang Bumi

  1. Kecepatan Bumi berotasi adalah sekitar 1.722 km/jam, dan pada saat itu juga Bumi memutari Matahari dengan kecepatan sekitar 107.182 km/jam. Pada saat itu juga, tata surya kita bergerak di dalam galaksi Bima Sakti dengan kecepatan sekitar 900.000 km/jam.

    Pada saat itu juga, galaksi ini bergerak menuju suatu tempat dengan kecepatan 1.080.000 km/jam. Dan pada saat itu juga, seluruh alam semesta bergerak entah kemana dengan kecepatan yang tidak masuk akal.
  2. Energi yang diperlukan untuk menghentikan Bumi memutari Matahari adalah 2,6478 × 10^33 joule or 7,3551 × 10^29 kWh or 6,3285 x 10^17 megaton TNT.

    Sebagai perbandingan, ledakan nuklir terbesar di dunia, Tsar Bomba milik Uni Soviet, “hanya” menghasilkan 50 ton TNT. Jadi, diperlukan 12.657.000.000.000.000 kali ledakan nuklir tersebut untuk menghentikan perputaran Bumi.
  3. Bentuk Bumi tidak bulat sempurna. Kombinasi dari gaya gravitasi dan gaya sentrifugal serta sumbu miring Bumi membuat massa berkumpul di sekitar khatulistiwa. Oleh karena itu, bentuk Bumi agak lonjong.

    Diameter kutub Bumi sekitar 43 km lebih pendek daripada diameter khatulistiwa. Gaya gravitasi menjadi lebih kuat ketika jarak benda ke inti Bumi lebih pendek, karena itu benda menjadi lebih berat ketika berada di sekitar kutub dibandingkan ketika berada di sekitar khatulistiwa.
  4. Suhu Bumi paling panas ketika berada di posisi terjauh dari Matahari. Ini terjadi di bulan Juli ketika Bumi berada 952,6 juta kilometer dari Matahari. Suhu rata-rata Bumi saat ini adalah sekitar 2.3°C lebih tinggi dibandingkan suhu Bumi di bulan Januari, ketika Bumi berada sekitar 146.6 juta kilometer dari Matahari.

    Intensitas sinar Matahari menyinari Bumi di bulan Juli sekitar 7% lebih sedikit dibandingkan di bulan Januari. Walaupun begitu, Bumi terasa lebih hangat. Mengapa bisa begini?

    Mungkin kamu sudah dapat menebaknya atau sudah tahu. Musim-musim tidak dikarenakan jarak Bumi dari Matahari, tetapi dikarenakan Bumi miring sekitar 23.5° dari sumbunya. Karena itu, pada saat belahan utara Bumi sedang musim dingin, belahan selatan Bumi sedang musim panas, dan sebaliknya.
  5. Suhu rata-rata Bumi dalam satu tahun adalah sekitar 16.1°C. Suhu terendah rata-rata adalah sekitar -51.1°C yang terjadi di Antartika. Suhu tertinggi rata-rata adalah sekitar 54.4°C yang terjadi di Gurun Sahara.

    Suhu tertinggi yang pernah dicatat terjadi di El Azizia, Libia, pinggiran gurun Sahara, yaitu sekitar 57.77°C. Yang tertinggi kedua terjadi di Death Valley, California, dalam gurun Mojave, yaitu sekitar 56.6°C. Sedangkan suhu terendah terjadi di Vostok, Antartika, yaitu sekitar -89.22°C.
  6. Waktu yang diperlukan cahaya dari Bumi mencapai Matahari adalah sekitar 8 menit 19 detik. Dan waktu yang diperlukan foton, partikel untuk membawa cahaya, untuk bergerak dari inti mencapai permukaan Matahari adalah sekitar 10.000-170.000 tahun.
  7. Inti Bumi berupa besi padat yang dikelilingi oleh cairan metal panas. Arus listrik yang dihasilkan terus-menerus menjadi medan magnet Bumi.

    Sejak pertama kali ditemukan di awal abad ke-19, medan magnit di Kutub Utara telah bergeser sejauh 1.100 kilometer ke arah utara. Di abad ke-20, diperkirakan Kutub Utara bergeser sejauh 16 kilometer per tahun dan bahkan saat ini bergeser menjadi lebih cepat lagi sekitar 64 kilometer per tahun.
  8. Sekitar 800.000 tahun yang lalu, jika kamu berdiri menghadap ke arah yang kita sebut sebagai Utara sekarang, kamu sebenarnya menghadap ke Selatan.
    Ada hipotesis yang mengatakan bahwa polaritas medan magnet Bumi akan terbalik setiap 200.000 – 300.000 tahun. Ketika proses ini berlangsung, kutub magnet perlahan-lahan bergeser menjauhi sumbu perputaran Bumi, dan pada akhirnya terbalik.

    Menurut spekulasi, hal ini telah terjadi beberapa kali, dan yang selanjutnya akan terjadi dalam beberapa ribu tahun lagi. Jika terjadi, medan magnet akan berkurang menjadi hampir tidak ada ketika proses pembalikan berlangsung. Radiasi sinar matahari akan menjadi suatu masalah besar bagi makhluk hidup.

    Walaupun begitu, beberapa peneliti mengatakan hal ini tidak mungkin terjadi, medan magnet malah akan menjadi lebih rumit ketika proses ini berlangsung. Teori ini didukung oleh fakta bahwa pembalikan medan magnet sepanjang sejarah Bumi tidak memiliki hubungan terhadap peristiwa kepunahan hewan di muka Bumi.
  9. Gaya gravitasi Bumi tidak beraturan. Di bulan Maret 2002, NASA meluncurkan misi GRACE (Gravity Recovery and Climate Experience) untuk mengukur variasi gaya gravitasi Bumi. Misi ini menggunakan dua pesawat luar angkasa identik yang terbang memutari Bumi melewati kutub. Pesawat-pesawat ini terpisah sejauh 220 kilometer dan berada 500 kilometer di atas Bumi.

    Menurut penelitian ini, perbedaan gaya gravitasi dikarenakan permukaan dan arus bawah laut, limpasan dan mata air bawah tanah, pertukaran antara es atau gletser dengan lau, dan variasi massa dalam Bumi.
  10. Menurut artikel yang di terbitkan di jurnal Nature, para peneliti memiliki teori bahwa sebelumnya ada dua bulan yang mengelilingi Bumi.

    Dijelaskan bahwa sekitar 4.5 milyar tahun yang lalu Bulan terbentuk dari puing-puing hasil tabrakan objek berukuran planet Mars dengan Bumi, dan ada satu bulan kecil yang terbentuk juga.

    Pada satu saat, bulan kecil ini menabrak bulan besar. Tabrakan dalam kecepatan rendah ini mengakibatkan puing-puing dari bulan kecil bergabung dengan bulan besar.

Tinggalkan komentar