Fungsi Tombol MC, MR, M-, M+ dan MU Pada Kalkulator

Hai teman-teman milenial sekalian… Haha, sudah ketebak kan kalau kamu itu generasi milenial.

Kamu ketemu dan mau membaca artikel ini sudah pasti karena kamu tidak mengerti apa fungsi beberapa tombol yang sering kita lihat di kalkulator. Kita berbicara tentang kalkulator fisik ya, bukan yang digital yang ditemukan di komputer.

Teman-teman pasti menganggap lebih mudah canggih menggunakan Microsoft Excel atau Google Spreadsheet atau program komputer lainnya. Tapi tetap saja, menggunakan kalkulator fisik pasti jauh lebih cepat untuk perhitungan ringan, misalnya menghitung bon pembelian.

Baca juga Cara Penggunaan Bon Rangkap Pada Umumnya

Apalagi jika teman-teman sudah mengetahui fungsi dari beberapa tombol berinisial M di atas… Wuih, serasa makin canggih tuh kalkulator.

Baiklah.. kita akan memulai dengan menjelaskan arti dari tombol-tombol tersebut lalu memberikan satu contoh kasus perhitungan sehingga menjadi lebih jelas ya.

  • M+ = Memory Plus, berfungsi untuk menambah nilai total dalam memori sebesar hasil perhitungan saat ini.
  • M- = Memory Minus, berfungsi untuk mengurangi nilai total dalam memori sebesar hasil perhitungan saat ini.
  • MC = Memory Clean, berfungsi untuk mengembalikan nilai total yang tersimpan dalam memori menjadi nol.
  • MR = Memory Recall, berfungsi untuk menunjukkan nilai total yang tersimpan dalam memori saat ini.
  • MU = Manchester United. Hehe.. bukan! Mark Up, fungsinya tidak ada hubungannya dengan memori, akan saya jelaskan nanti.

Tombol Memori

Sekarang kita ambil sebuah contoh kasus, coba hitung 2 x 3 + 4 x 5 + 6 x 7 – 3 x 4 =

Menggunakan kalkulator di smartphone atau komputer, kita bisa langsung mengetikkan angka dan operatornya secara berurutan. Lalu kalkulator sudah cukup pintar untuk mengubahnya menjadi (2 x 3) + (4 x 5) + (6 x 7) – (3 x 4) dan hasilnya adalah 56.

Namun jika kita melakukan hal yang sama di kalkulator fisik, hasilnya akan berbeda, yaitu 1556. Mengapa demikian? Hal ini terjadi karena kalkulator akan melakukan perhitungan satu per satu yaitu 2 x 3 = 6, lalu 6 + 4 = 10, lalu 10 x 5 = 50, lalu 50 + 6 = 56, lalu 56 x 7 = 392, lalu 392 – 3 = 389, dan terakhir 389 x 4 = 1556.

Cara menginput di atas salah. Yang benar adalah demikian.

  • 2 x 3 =, lalu akan terlihat angka 6 di layar, kemudian kita tekan M+ untuk menambahkan nilai 6 di memori. Saat ini nilai memori menjadi 0 + 6 = 6.
  • 4 x 5 =, lalu akan terlihat angka 20 di layar, kemudian kita tekan M+ untuk menambahkan nilai 20 di memori. Saat ini nilai memori menjadi 6 + 20 = 26.
  • Jika kamu menekan tombol MR saat ini, kamu akan melihat angka 26.
  • 6 x 7 =, lalu akan terlihat angka 42 di layar, kemudian kita tekan M+ untuk menambahkan nilai 42 di memori. Saat ini nilai memori menjadi 26 + 42 = 68.
  • 3 x 4 =, lalu akan terlihat angka 12 di layar, kemudian kita tekan M- untuk mengurangkan nilai 12 dari memori. Saat ini nilai memori menjadi 68 – 12 = 56.
  • Jika kamu menekan tombol MR saat ini, kamu akan melihat angka 56.
  • Jika kamu ingin mengembalikan nilai memori ke angka nol, kamu bisa menekan tombol MC. Dan jika kamu menekan tombol MR setelahnya, kamu akan melihat angka 0.

Sebenarnya kamu juga tidak perlu menekan tanda =, kamu bisa langsung menekan tanda M+ yang berarti = dan langsung menambah hasil perhitungan ke dalam memori. Dan begitu juga sebaliknya dengan M-.

Satu contoh kasus lagi, coba hitung 1200 / (63 + 57) =

Nah, kelemahan kalkulator manual adalah, kita harus pintar-pintar untuk menyusun angka mana dulu yang mau dihitung. Kalau di komputer, kita bisa menggunakan tanda buka tutup kurung, tapi di kalkulator manual tidak ada tombol begituan kan?

Untuk menginput perhitungan di atas, begini caranya:

  • 63 + 57 =, kemudian kita bisa langsung tekan M+ untuk menambahkan nilai perhitungan ke dalam memori. Saat ini nilai memori menjadi 120.
  • Lalu tekan 1200 ÷ MR =, ketika kamu menekan tombol MR, itu berarti kamu memasukkan nilai memori ke dalam perhitungan, yang berarti sama dengan 1200 ÷ 120 =
  • Dan hasil akhirnya adalah 10.

Tombol Mark Up

Sekarang mari kita lanjut bahas fungsi tombol mark-up.

Mark Up adalah istilah yang sering digunakan untuk menghitung nilai jual sebuah barang dengan cara menambahkan persentasi profit pada nilai beli. Misalkan kita ingin untuk 20%, berarti kita harus meng-markup harga sebesar 20%.

Untuk menghitung markup menggunakan kalkulator manual, begini caranya.

Contoh kasus, kita ingin meng-markup nilai 1500 sebanyak 20%, begini cara inputnya.

1000 x 20 MU, dan kamu akan mendapatkan hasil sebesar 1200.

Saat ini, tombol MU sudah hampir tidak pernah dipakai karena kalkulator manual saat ini sudah lebih pintar dari yang sebelumnya. Cara input yang lebih gampang dimengerti sudah bisa diproses oleh kalkulator. Untuk mendapatkan nilai yang sama, kita bisa menginput dengan cara begini.

1000 + 20%, dan kamu akan mendapatkan hasil yang sama yaitu 1200.

Untuk melakukan markup negatif, misalnya kamu ingin memberikan diskon 30% dari nilai jual, kamu bisa menginput dengan cara 1000 – 30%. Namun, kamu tidak bisa melakukannya secara langsung dengan tombol MU (karena itu saya tidak mau jelaskan, nanti malah menjadi ribet).

~

Nah, semoga informasi ini bermanfaat untuk teman-teman sekalian. Terutama teman-teman yang baru mulai belajar akuntansi seperti saya. Haha.

Tinggalkan komentar