Ini Gula Terbaik Di Dunia, Nol Kalori!

Gula memberikan rasa manis yang disenangi oleh hampir semua orang di dunia. Bahkan ketika kita masih bayi, kita sudah suka dengan rasa manis.

Namun, dibalik rasa yang enak di lidah tersebut, jika dikonsumsi terlalu banyak akan berakibat buruk bagi tubuh kita. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh kebanyakan mengonsumsi gula dan cukup berbahaya adalah diabetes. Kita sudah pernah membahas sekilas di artikel Pentingnya Insulin Bagi Tubuh Kita.

Bukan rasa manisnya yang berbahaya, namun kandungan kalori yang dikandung dalam gula.

Tapi… tidak semua gula seperti itu. Ternyata ada satu sumber gula yang dianggap paling baik di dunia karena mengandung nol kalori, nol sodium, nol karbohidrat, dan nol lemak. Selain itu, sumber gula ini juga ternyata sering digunakan sebagai bahan obat.

Jadi, bukan hanya memiliki rasa yang nikmat, tapi juga tinggi khasiat.

Inilah monk fruit!

Saya mencoba mencari nama buah ini dalam bahasa Indonesia, tapi belum ketemu. Kalau mau diartikan, berarti buah biksu. Tapi tidak ada yang menyebutnya seperti itu. Beberapa sebutan lain untuk buah sejenis kundur ini adalah buah arhat, buah Buddha atau buah panjang umur. Tapi sebutan yang paling sering kita dengar adalah dalam bahasa Tionghoa, yaitu luo han guo.

Buah dengan diameter 4-8 cm ini berwarna hijau atau kuning kecoklatan. Biasanya dikeringkan terlebih dahulu sampai berwarna coklat sebelum dikonsumsi.

Buah ini pada awalnya sangat terkenal di Tiongkok sampai pada tahun 1995 perusahaan P&G menemukan cara untuk mengolahnya menjadi gula dan mematenkan caranya.

Namun buah ini tidak langsung terkenal dan menyebar di dunia. Di tahun 2004, negara Tiongkok sebagai pemasok utama buah ini, membuat peraturan yang melarang untuk menjual bibit ataupun hal-hal yang berhubungan dengan genetik tanaman ini. Dengan larangan ini, sangat amat sulit untuk negara lain bisa menikmati monk fruit yang segar.

Sejarah Monk Fruit

Buah ini pertama kali ditemukan oleh seorang biksu di abad ke-13. Mungkin itulah sebabnya disebut sebagai “buah biksu” ya.

Buah ini ditemukan di daerah Guilin, sebuah area yang dipenuhi gunung-gunung curam dengan tingkat kelembaban sekitar 60-80 persen, sangat cocok untuk pertumbuhan pohon buah ini.

Biksu ini percaya bahwa buah ini bisa memberikan khasiat panjang umur. Sampai sekarang, banyak orang yang mengonsumsi monk fruit sebagai obat.

Sebenarnya buah ini mau dikatakan sebagai alternatif sumber gula, bisa cocok bisa tidak. Rasa manis yang dihasilkan pastinya tidak semanis gula tebu, dan ada sedikit aroma tanah.

Secara pribadi, saya suka sih dengan rasa dan aromanya.

Buah ini ternyata juga mengandung antioksidan. Ya, jadi tidak salah jika sang biksu penemu menganggap buah ini bisa memberikan khasiat panjang umur ya.

Tinggalkan komentar