Ini Wajah Asli Fujiko Fujio, Sang Pencipta Doraemon

Saya yakin teman-teman semua sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Doraemon. Kartun tentang seekor robot kucing dari masa depan yang selalu setia membantu temannya yang bernama Nobita.

Kartun yang sangat terkenal ini sudah tayang sejak saya masih kecil dan masih terus tayang di Minggu pagi untuk menemani adik-adik di Indonesia.

Bagi yang suka membaca komiknya, maka nama Fujiko Fujio, sang pencipta Doraemon juga sudah tidak asing lagi. Dan ternyata ada juga hasil karya Fujiko Fujio yang cukup terkenal, yaitu Ninja Cilik Hattori. Suka juga nonton kartunnya kan?

Baru-baru saja dunia mendapatkan sebuah berita duka cita. Di tanggal 7 April 2022, Fujiko A. Fujio menghembuskan nafas terakhirnya.

Eh.. tunggu dulu.

Tapi kenapa saya rasanya pernah mendengar berita yang sama ya? Setelah saya cari-cari di Google, ternyata memang benar, Fujiko F. Fujio meninggal dunia di tahun 1996.

Apakah beliau hidup kembali?

Dari rasa penasaran ini, akhirnya saya baru mempelajari tentang wajah asli pengarang Doraemon yang menggunakan nama pena Fujiko Fujio ini.

Ternyata Fujiko Fujio adalah nama pena yang dipakai oleh duo mangaka. Mereka adalah Fujimoto Hiroshi dan Abiko Motoo. Seperti yang teman-teman tebak, nama Fujiko adalah kombinasi dari nama asli mereka berdua, FUJImoto dan AbiKO.

Duo ini bertemu di bangku sekolah dasar. Keduanya memiliki hobi yang sama, yaitu menggambar. Karena hobi inilah mereka akhirnya menjadi sahabat seumur hidup.

Pada awalnya mereka menjalankan karir masing-masing. Sampai pada akhirnya, di tahun 1960-an, mereka bekerja sama membangun perusahaan Fujiko Studio Co., Ltd., sebuah studio yang menghasilkan karya manga.

Manga Doraemon tercipta di tahun 1969 dan tidak perlu membutuhkan waktu yang lama untuk menjadi sangat populer di kalangan anak-anak masa itu. Selain Doraemon, mereka juga menghasilkan banyak karya lainnya yang bisa teman-teman baca di https://id.wikipedia.org/wiki/Fujiko_Fujio

Di tahun 1987, mereka memutuskan untuk mengakhiri kerjasama mereka dengan alasan perbedaan gaya kreatif yang mereka miliki. Dan mulai saat ini, nama samaran Fujiko Fujio memiliki tambahan inisial di tengahnya. Jika teman-teman perhatikan, pada beberapa paragraf di atas saya menuliskan nama mereka dengan inisialnya masing-masing.

Menurut Abiko sendiri, penyebab sesungguhnya atas berakhirnya kemitraan mereka adalah karena sahabatnya mengetahui tentang kondisi kesehatannya yang sangat buruk. Fujimoto telah mengetahui tentang penyakit kanker hati dan penyakit jantung yang dia idap. Mereka ingin menyelesaikan masalah hak cipta dan keuangan sebelum Fujimoto meninggal.

Persahabatan yang sangat indah bukan?

Tinggalkan komentar