Jangan Menilai Mahal Berdasarkan Nominal!

Apakah harga 100.000 rupiah itu mahal?

Tergantung.

100.000 rupiah untuk membeli apa? Jika untuk membeli seporsi mie ayam, pasti termasuk mahal. Tapi jika untuk membeli sebuah HP, pasti termasuk sangat murah.

Dan juga, tergantung kemampuan kita. Bagi orang seperti Bill Gates atau Warren Buffet, mungkin mie ayam seharga 100.000 rupiah itu termasuk murah, tidak sampai $10.

Jadi sebenarnya, bagaimana kita mengukur sebuah harga itu mahal atau murah?

Waktu

Banyak orang setuju yang menggunakan waktu sebagai pembanding.

Ketika kita mengeluarkan uang sebesar 100.000, berapa banyak waktu yang bisa kita hemat?

Misalkan waktu yang bisa kita hemat itu sebanyak 1 jam, dan dengan sejam kita bisa menghasilkan lebih dari 100.000. Maka harga tersebut dianggap murah.

Kembali lagi… bagaimana kita menerjemahkan mie ayam ke waktu?

Sumber Daya

Sumber daya mencakup waktu, tenaga dan lainnya yang diperlukan untuk menciptakan sesuatu.

Dalam hal mie ayam, misalnya dibutuhkan beberapa bahan dasar seperti mie dan daging ayam beserta bumbu-bumbunya. Lalu kita juga membutuhkan waktu untuk memasak dan juga tenaga.

Bahan untuk memasak bisa dihitung dan diterjemahkan ke nilai uang. Oke.

Bagaimana dengan tenaga? Bagaimana kita menilai berapa rupiah tenaga yang kita butuhkan untuk mengangkat air seember? Bingung kan?

Jadi bagaimana donk kita menilai mahal tidaknya sebuah harga?

Kenyamanan

Menurut saya, tidak ada satu pembanding pun yang bisa dijadikan standar yang berlaku untuk semua orang.

Kalau bagi saya sendiri, “kenyamanan” adalah pembanding yang paling cocok.

Ketika saya mengeluarkan uang sebesar 100.000, seberapa nyaman yang akan saya dapatkan?

Mie ayam yang enak, pasti akan memberikan tingkat kenyamanan yang tinggi.

Tapi bukan hanya itu saja. Bagaimana dengan kondisi tempat saya menyantap mie ayam tersebut. Apakah saya diberikan sebuah tempat duduk dan meja yang bersih? Atau saya harus jongkok di tepi jalan yang banyak mobil berlalu lalang?

Apakah saya diberikan alat makan lengkap, atau saya hanya diberikan satu sendok plastik kecil?

Apakah kondisi perut saya akan tetap normal setelah menikmati mie tersebut, atau bakal mules dan menimbulkan ketidaknyamanan yang sangat tinggi?

Contoh lainnya…

Ketika membeli tiket pesawat. Harga online 1.050.000, dan harga agen travel 1.000.000. Mana yang lebih murah?

Jika saya harus menghabiskan waktu untuk datang ke kantor si agen travel dan harus membayar dengan cash, saya akan menganggap harga online itu lebih murah.

Cukup dengan beberapa sentuhan di HP, saya sudah bisa membeli tiket. Dan ketika saya mau check-in, saya tidak perlu lagi membawa kertas print tiketnya.

Menurut kamu, beda 50.000 tersebut apakah mahal untuk kenyamanan yang didapatkan?

Leave a Comment