Jenis Tambal Ban Mobil

Barusan ban mobil saya bocor dan saya pun pergi ke tempat tambal ban. Untungnya mereka buka di hari Minggu.

Karena melihat ban mobil saya yang masih tergolong baru, mereka menyarankan untuk menggunakan salah satu jenis tambal ban yang belum pernah saya coba. Harganya memang lebih mahal, namun katanya lebih tahan lama.

Baca juga Cara Membaca Kode Ukuran Ban Mobil

Saya pun percaya saja dan menyetujui tambal ban tersebut. Apakah benar lebih bagus? Ini yang membuat saya penasaran, dan jadi deh ide artikel kali ini. Haha.

Berikut adalah jenis-jenis tambal ban yang ada di pasaran.

String Tubeless

Jenis tambal ban ini menggunakan bahan tali, karena itu juga sering mendapat sebutan “tambal ban cacing”.

Proses menambalnya adalah dengan melebarkan bagian ban yang bocor, kemudian tali tubles ini akan ditancapkan langsung ke lubang tersebut.

Ini adalah jenis tambal ban yang dulu sering saya pakai karena tergolong murah dan pengerjaannya cukup cepat.

Memang sih hasil tambalannya tidak begitu sempurna. Jika kamu memiliki pantat yang cukup sensitif, kamu bisa merasakan ada gerutu-gerutu yang timbul ketika melintasi jalan aspal yang rata, misalnya di jalan tol.

Selain itu, menurut para ahli otomotif, tambal ban seperti ini beresiko akan kembali bocor (lubang membesar) setelah 4-6 bulan pemasangan.

Memang benar sih, soalnya ban serap mobil saya yang memiliki tambalan jenis ini biasanya akan lebih kempis ketika hendak dipakai.

Jadi saran saya, jika kamu hendak berpergian jauh dan ban serap kamu pernah ditambal dengan jenis tambalan ini, lebih baik diisi angin kembali ya.

Tambal Peluru

Proses menambal jenis ini hampir sama dengan tambal ban cacing. Perbedaannya ada pada bentuk penambalnya.

Yang sebelumnya adalah dalam bentuk tali (seperti cacing), kalau yang ini bentuknya seperti peluru, seperti tabung yang bagian ujungnya lebih lancip.

Pemakaian tambal ban peluru juga lebih terbatas jika dibandingkan menggunakan tambal ban cacing. Tambal ban peluru tidak bisa digunakan untuk menambal ban yang bocor di bagian dinding sampingnya.

Tambal Payung

Nah, ini jenis tambal ban yang baru saya cobain. Tambal ban payung juga sering disebut sebagai “tambal ban tip top”.

Proses menambal menggunakan tambal jenis ini lebih memakan waktu dan pastinya lebih mahal. Ban harus dilepas dari velg terlebih dahulu karena proses penambalan dilakukan dari bagian dalam ban.

Permukaan ban yang bocor akan dibersihkan terlebih dahulu dengan menggunakan mesin pengikis. Lubangnya juga akan diperlebar agar bahan penambal bisa dimasukkan. Setelah itu, bagian permukaan ini diberikan lem perekat.

Karet penambal yang berbentuk payung kemudian akan dimasukkan ke dalam lubang yang sudah dibuat. Bagian batang yang terbuat dari material besi akan ditarik dari luar hingga lubang tersebut tertutup rapat. Bagian ujung sisa penambal tersebut kemudian akan dipotong.

Setelah itu, area permukaan bagian dalam ban yang telah ditempel akan dipanaskan dengan suhu sekitar 1.500ยบ Celcius agar bisa merekat sempurna.

Karena proses menambalnya dari dalam, hasilnya menjadi lebih awet, bisa bertahan hingga ban menipis, serta terhindar dari gumpalan-gumpalan ekstra yang menyebabkan ban terasa bergerutu.

Tinggalkan komentar