Kegelisahan (Bagian 2)

Melanjutkan artikel yang kemarin tentang Kegelisahan hati saya.

Apa yang saya lakukan di dalam kondisi gelisah? Sudah pasti, gak jelas. Apapun yang saya lakukan, yang ada dalam pikiran saya tetaplah suatu hal yang saya khawatirkan tersebut.

Untungnya untuk saat ini, kegelisahan saya sudah berkurang banyak. Saya juga gak tau kenapa.

Namun, baru-baru saja saya membaca sebuah kalimat kutipan yang sangat bagus untuk kita pahami ketika menghadapi kegelisahan.

Begini nih kalimatnya.

Khawatir hanya membuat diri kita tersiksa dua kali lipat lebih berat.

Nah, bagi saya yang baru saja terlepas dari kegelisahan, saya bisa banget mengerti hal ini.

Maksudnya begini nih…

Kegelisahan, keresahan atau kekhawatiran timbul karena hal-hal yang belum terjadi, hanya terjadi di dalam otak kita.

Kita khawatir bos akan marah besar, kita gelisah saham yang kita kumpulkan akan turun drastis nilainya dan sebagainya. Itu semua belum terjadi. Tapi karena kita bayangkan, kita sudah merasakan deritanya.

Nah, ketika nanti benar terjadi, kita akan merasakan lagi derita yang sama. Jadi dua kali lipat kan?

Jika seandainya tidak terjadi, memang kita menjadi lebih tenang. Tapi kita sudah rugi, karena merasakan penderitaan yang seharusnya tidak perlu kita rasakan. Betul kan?

So… Latihlah diri kita agar tidak gampang khawatir, dan jangan berkepanjangan.

Saya tidak bisa mengatakan “Jangan khawatir”, karena khawatir itu sifatnya manusiawi. Tapi latihlah diri kita agar tidak gampang khawatir, ataupun tidak khawatir berkepanjangan.

Leave a Comment