Keunikan Buku Catatan Leonardo da Vinci

Kamu pasti sudah tau siapa itu Leonardo da Vinci. Beliau adalah seorang polymath, yang artinya seseorang dengan wawasan yang sangat luas dan lebih dari satu bidang.

Pria yang bernama lengkap Leonardo di ser Piero da Vinci adalah seorang yang berkebangsaan Italia yang hidup di abad ke-15 & 16. Beliau adalah seorang pelukis, pemahat/pematung, arsitek, penemu, ilmuwan, penulis, dan juga seorang filsuf. Salah satu hasil karya beliau yang sangat terkenal adalah lukisan Mona Lisa yang penuh dengan misteri.

Sebagai seorang polymath, dia memiliki banyak ide. Diketahui kalau beliau memiliki sebuah buku catatan sebagai tempat dia menyimpan ide-ide pemikirannya.

Dalam artikel kali ini, kita akan membahas keunikan dari buku catatan yang dimiliki Leonardo da Vinci. Ayuk kita simak!

1. Stenografi

Stenografi adalah sebuah teknik menulis singkat dan cepat. Teknik ini biasanya digunakan oleh mereka yang sering menulis, contohnya para jurnalis ketika sedang mewawancarai orang.

Pada catatan Leonardo da Vinci, terlihat banyak sekali stenografi yang tidak dipakai secara umum, alias ciptaan dia sendiri. Seperti ini penampakannya.

2. Tulisan Terbalik

Ketika Leo menulis sesuatu untuk seseorang, misalnya menulis surat, tulisan dia terlihat normal seperti tulisan orang pada umumnya.

Namun jika kamu melihat buku catatannya, tulisan dia dimulai dari sisi kanan dan menuju ke kiri. Tidak seperti aksara Mandarin atau Arab, Leonardo tetap menggunakan huruf alfabet. Oleh karena itu, huruf-huruf yang tertulis juga terbalik loh!

Tulisan ini disebut sebagai mirror-writing. Jika kamu ingin membacanya dengan normal, gunakan cermin dan letakkan di sebelah tulisan tersebut. Baca tulisan yang terpantul di sisi cermin.

Masih menjadi teka-teki mengapa Leonardo menulis seperti ini.

Ada yang beranggapan kalau beliau tidak ingin buku catatannya bisa terbaca oleh orang lain. Menurut saya, walaupun sulit, gak sulit-sulit amat deh. Jadi sepertinya bukan ini alasan beliau.

Alasan lainnya adalah karena dia menulis menggunakan tangan kiri. Pada saat itu, mereka menulis menggunakan tinta yang masih basah. Jika kita menulis menggunakan tangan kiri, yang sering terjadi adalah tulisan normal dari kiri ke kanan akan sering terkena tangan kiri yang menggengam pena ketika lanjut menulis, sehingga tulisan pun sering terhapus dan tangan menjadi kotor.

Oleh karena itu, Leonardo memilih untuk menulis dari kanan ke kiri agar tulisannya bebas dari sentuhan tangannya.

Lebih masuk akal kan?

Namun juga dipercaya kalau beliau bisa menulis dan melukis menggunakan tangan manapun. Bahkan ada yang mengatakan beliau bisa menulis di tangan yang satu dan melukis di tangan yang lainnya pada saat bersamaan. Jadi, kenapa tidak menulis dengan tangan kanan saja ya? Hehe.

Tinggalkan komentar