Mengapa Garam Dan Lada Hitam Sering Dipakai Dalam Masakan

Jika kamu sering nonton kompetisi memasak, kamu pasti tau kalau garam dan lada hitam sering kali digunakan sebagai bumbu ketika memasak. Selain ketika memasak, garam dan lada hitam juga sering kita temukan di atas meja restoran.

Garam yang berwarna putih dan lada yang berwarna hitam ini seperti pasangan sejati, ibaratnya seperti yin dan yang dalam masakan.

Kenapa sih harus garam dan lada hitam? Kenapa tidak garam dan keju, atau gula dan lada hitam, atau pasangan lainnya?

Ternyata begini penjelasannya.

Garam

Garam bukan hanya memberikan rasa asin, tapi ternyata garam berfungsi untuk meningkatkan rasa makanan kita.

Ketika kita menaburkan gula pada permukaan daging sebelum dimasak, daging akan terasa manis. Namun ketika menaburkan garam secukupnya pada permukaan daging, memang akan terasa lebih asin sedikit, tapi rasa gurih dan aroma dari daging juga akan meningkat.

Bukan hanya pada daging-dagingan, garam juga dipakai untuk makanan lainnya. Mungkin kamu tidak akan percaya jika salah satu bahan untuk membuat es krim adalah garam.

Teman-teman juga boleh melakukan eksperimen berikut. Lain kali ketika teman-teman membuat minuman susu coklat dingin, coba tambahkan sedikit garam, sejumput saja. Bandingkan rasanya. Hehe.

Nah, itulah kegunaan garam dalam proses memasak.

Lada Hitam

Garam menjadi pilihan utama mungkin dikarenakan hampir tidak ada alternatif perasa asin yang seimbang dengan garam.

Beda ceritanya dengan lada hitam. Ada banyak sekali alternatif lain yang bisa menghasilkan rasa pedas dan aroma khas, misalnya cabai ataupun paprika.

Jadi mengapa lada hitam menjadi pilihan utama?

Ada beberapa versi penjelasan tentang mengapa lada yang menjadi pilihan utama dibandingkan rempah-rempah lainnya.

Yang pertama, dipercaya lada hitam menjadi pilihan utama karena pada zaman dulu, ketika orang Arab ingin menjual lada hitam ke benua Eropa, mereka mengarang cerita-cerita mistis yang menyebabkan orang-orang tertarik untuk mencoba rempah berwarna hitam ini.

Versi kedua, ada penjelasan ilmiah mengapa lada hitam lebih baik dibandingkan rempah lainnya. Rasa pedas pada lada dihasilkan oleh zat piperine yang dikandungnya. Sama seperti kapsaisin pada cabai, piperine bisa menstimulasi indera perasa pada lidah dan menyebabkan air liur kita meningkat.

Baca juga Penyebab Rasa Pedas Pada Cabai

Hanya saja penggunaannya tidak boleh berlebihan. Memakai lada hitam terlalu banyak bisa menutupi rasa dan aroma asli dari bahan makanan.

Tinggalkan komentar