Mengapa Kelinci Dan Tikus Yang Sering Digunakan Dalam Percobaan?

Saking seringnya, hewan ini juga digunakan menjadi sebuah istilah untuk manusia yang menjadi bahan percobaan. Itu dia si “tikus percobaan”… atau itu dia si “kelinci percobaan”.

Nah, yang membuat saya penasaran adalah mengapa si tikus dan si kelinci yang sering dijadikan sebagai hewan percobaan ya? Kenapa bukan kucing, atau burung, atau yang lainnya…

Ini dia penjelasannya.

Sebenarnya bukan hewan yang lain tidak bisa digunakan sebagai objek percobaan. Ada juga kok yang menggunakan anjing, burung, kucing atau hewan lainnya.

Tikus dan kelinci digunakan sebagai objek percobaan ketika kita ingin mencoba sesuatu yang diperuntukkan ke manusia.

Alasannya cuma satu, karena tikus dan kelinci adalah hewan yang memiliki genetika paling mirip dengan manusia. Jadi ketika kita ingin mencoba apakah sebuah obat aman dikonsumsi oleh manusia dan ampuh untuk menyembuhkan penyakit, kita akan mencoba memberikan obat tersebut kepada si tikus atau si kelinci.

Kemudian, ternyata tikus-tikus dan kelinci-kelinci yang dipakai oleh laboratorium, sebagian besar dikembangbiakkan secara khusus untuk keperluan lab. Jadi mereka ini berbeda dengan teman-teman sejenisnya yang hidup bebas di luar sana.

Ada sekelompok orang yang berpendapat bahwa menggunakan hewan percobaan adalah sebuah tindakan yang keji. Bagaimana menurut teman-teman sekalian?

Tinggalkan komentar