Mengapa Kita Menyemprot Parfum Di Pergelangan Tangan?

Memilih parfum adalah salah satu proses yang cukup ribet, kita harus memilih satu di antara begitu banyaknya pilihan parfum yang memiliki aroma yang nikmat.

Setelah berhasil memilih parfum dengan aroma yang kita suka, pastikan kita menggunakannya dengan benar. Sayang sekali kalau parfum yang tidak murah tersebut, kita pakai secara asal dan efeknya menjadi kurang optimal.

Sering kita melihat orang-orang menyemprotkan parfum pada bagian nadi di pergelangan tangan. Apa yang spesial dari bagian tubuh tersebut sih?

Mari kita bahas.

Titik Nadi

Selain pergelangan tangan, sering juga orang-orang menyemprotkan parfum di bagian leher atau di bagian belakang telinga.

Ternyata bagian-bagian ini dikenal sebagai titik nadi, bagian di mana pembuluh darah berjarak paling dekat dengan kulit kita yang paling luar. Oleh karena itu, bagian-bagian tubuh ini cenderung lebih hangat daripada bagian tubuh lainnya.

Dengan menyemprotkan parfum di bagian tubuh yang hangat, dipercaya bisa membuat aromanya lebih gampang menyebar dan lebih tahan lama.

Benarkah demikian?

Cara Memakai Parfum Yang Benar

Menurut Perry Romanowski, seorang ahli kimia untuk kosmetik, menyemprotkan parfum di pergelangan tangan hanyalah sebuah tradisi. Dia mengatakan bahwa belum ada bukti kuat bahwa bagian tubuh yang lebih panas bisa membuat aroma parfum lebih kuat.

Memang benar energi panas bisa membantu parfum untuk menyebar lebih cepat. Namun menurut seorang ahli jantung bernama Jeffrey Schussler, M.D., kulit yang ada pada daerah titik nadi tidak lebih panas dari bagian tubuh lainnya. Sebenarnya suhu tubuh di daerah sekitar titik nadi tidak berbeda jauh.

Menurut salah satu perancang parfum bernama Raymond Matts, praktek memakai parfum di pergelangan tangan ini dimulai di awal tahun 1900. Pada saat itu, belum ada teknologi atomizer (yang menyemprotkan parfum dalam bentuk embun). Cara orang dulu memakai parfum adalah dengan melapkannya di daerah pergelangan tangan, dan kemudian digosok-gosok agar aromanya lebih terurai.

Tapi cara seperti ini malah tidak direkomendasikan karena teknologi sudah semakin canggih.

Baca juga Kenapa Jengkol Bau? Apa Cara Menghilangkan Baunya?

Dengan penyemprot parfum yang ada saat ini, begini cara memakai parfum yang paling tepat:

1. Semprotkan di daerah yang jarang bersentuhan.

Misalnya di leher atau di belakang telinga jika ingin bertahan lebih lama. Bagi kita yang bekerja di depan komputer, pergelangan tangan adalah bagian yang harus dihindari. Coba bayangkan, ketika kita sedang mengetik keyboard, bagian mana yang menyentuh meja dan terus-menerus bergesekan?

Opsi lainnya adalah menyemprotkannya di kerah baju atau rambut kita. Cara ini membuat parfum bisa bertahan lebih lama. Namun, hati-hati jika menyemprotkan parfum pada kain sutra atau jenis kain lainnya yang halus.

2. Jangan menggosok-gosokan hasil semprotan parfum.

Parfum dirancang untuk memiliki tiga jenis aroma. Top notes adalah aroma yang pertama kali kita cium ketika baru disemprot, biasanya aroma citrus atau bunga. Kemudian setelah aroma paling atas pudar, kita akan mencium middle notes selama beberapa jam. Dan pada akhrinya akan tersisa aroma dasar base notes, biasanya aroma kayu pinus atau kesturi.

Menggosok-gosok parfum yang baru disemprot akan mengakibatkan aroma top notes cepat pudar, padahal itu bagian ini merupakan ciri khas dari masing-masing parfum.

3. Lembabkan bagian kulit yang akan disemprot parfum.

Jika kulit kamu kering, pastikan kamu mengoleskan pelembab terlebih dahulu. Pastikan juga pelembab yang kamu gunakan adalah pelembab tanpa aroma. Kita tidak ingin aroma dari pelembab mengganggu atau merusak aroma parfum.

Mengapa kulit lembab lebih baik? Kulit yang kering sulit menyerap parfum yang kita semprotkan. Jadinya, parfum akan lebih cepat pudar dan kamu harus memakai ulang lagi, alias lebih boros!

Leave a Comment