Mengapa Penari Balet Tidak Merasa Pusing Selama Berputar

Ketika masih kecil, kemungkinan besar kamu pernah bermain sambil berputar berkali-kali, dan ketika berhenti kita akan merasa seperti dunia ini sedang berputar. Iya kan?

Bahkan setelah kita dewasa, hal ini juga masih terjadi. Tak jarang juga kita akan merasakan mual dan ingin muntah. Namun setelah berbaring dan menutup mata beberapa saat, kita akan kembali normal.

Rasa pusing yang timbul dikarenakan sensor keseimbangan kita yang terdapat di bagian dalam telinga terpengaruh oleh gaya sentrifugal yang tercipta ketika kita berputar. Hal yang hampir sama terjadi ketika kita mabuk. Kamu bisa membaca lebih detail tentang hal ini di artikel Kenapa Alkohol Bikin Mabuk?

Nah, pertanyaannya adalah… Mengapa hal ini tidak berlaku bagi para penari balet yang mungkin sudah berputar jutaan kali selama hidup mereka?

Hal ini pun menjadi bahan penelitian di bidang kedokteran. Para peneliti ingin mengetahui mengapa para penari balet bisa kebal terhadap putaran tersebut, dan mereka berharap dari jawaban yang ditemukan, bisa dijadikan sebuah ide solusi untuk mengobati para pasien yang sering mengalami kondisi pusing.

Penari Balet vs. Atlet Dayung

Penelitian pun dilakukan terhadap 29 orang wanita penari balet dan 20 orang wanita atlet dayung yang dianggap memiliki kesehatan fisik yang sama dan umur yang hampir sama.

Mereka kemudian duduk di sebuah kursi yang kemudian diputar dalam sebuah ruangan yang gelap. Dan seperti yang diduga para penari balet cenderung lebih kebal terhadap putaran tersebut.

Yang paling penting dalam penelitian ini adalah hasil scan dari aktifitas otak mereka. Ada perbedaan mencolok di antara otak para penari balet dan atlet dayung

1. Otak Kecil (Cerebellum)

Cerebellum adalah bagian dari otak kita yang menerima sinyal dari organ vestibular yang berada di dalam telinga kita yang merupakan sensor keseimbangan.

Dari hasil scan otak ditemukan kalau bagian otak ini yang dimiliki penari balet cenderung lebih kecil jika dibandingkan dengan yang dimiliki atlet dayung.

Menurut seorang dokter ahli, kemungkinan besar kondisi ini tercipta karena para penari balet lebih mengandalkan teknik-teknik gerakan dengan koordinasi tinggi daripada mengandalkan sistem keseimbangannya.

2. Korteks Serebral

Korteks serebral adalah bagian dari otak yang membuat kita bisa merasakan pusing.

Pada hasil scan juga ditemukan pada otak para penari balet, sinyal yang dikirimkan ke bagian otak ini, yang bertanggung jawab untuk mempersepsikan rasa pusing, lebih sedikit sehingga mereka lebih kebal terhadap rasa pusing.

Para peneliti berharap bisa mengidentifikasikan dengan lebih jelas bagian tersebut sehingga mereka bisa lebih mengerti bagaimana mengobati para pasien yang memiliki kondisi pusing kronis.

Tinggalkan komentar