Mengapa Sinar Matahari Bisa Memberikan Kita Vitamin D?

Vitamin D dikenal sebagai vitamin sinar matahari karena bisa didapatkan gratis hanya dengan berjemur di bawah sinar matahari.

Begitu katanya… namun sebenarnya tidak 100% gratis ya. Ini yang akan kita bahas di artikel kali ini.

Sejak masa pandemi COVID19, kita menjadi lebih memperhatikan kebutuhan vitamin D kita. Mungkin masih banyak yang belum tau alasan sebenarnya, tapi karena banyak orang yang membicarakannya, jadinya ya setuju-setuju saja.

Kenyataannya, vitamin D adalah sesuatu yang sangat kita butuhkan, bahkan jikapun tidak terjadi pandemi ini.

Vitamin D bermanfaat untuk menyerap kalsium dan fosfor di dalam tulang, menguatkan hubungan antar sel serta meningkatkan kekebalan tubuh. Artinya jika kamu hanya minum susu yang kaya akan kalsium, tapi tubuh kekurangan vitamin D, jadinya sia-sia tuh kalsium.

Makanan Mengandung Vitamin D

Sebelum kita membahas bagaimana matahari bisa memberikan kita vitamin D, yuk kita simak dulu beberapa makanan sehari-hari yang memberikan kita vitamin D.

Kebutuhan rata-rata vitamin D orang dewasa adalah sekitar 15-20 mikrogram per hari. Ini menurut Kemenkes RI ya. Jadi sebenarnya, tidak begitu sulit untuk memenuhi kebutuhan ini.

Kita bisa mendapatkan vitamin D dari ikan seperti salmon, kembung, teri, sarden, tuna, udang, dll. Selain itu, kita juga bisa mendapatkan vitamin D dari telur ayam dan jejamuran.

Satu porsi daging salmon sekitar 100 gram bisa memenuhi 50% kebutuhan vitamin D harian kita. Kuning telur ayam bisa sekitar 2-5%. Nah, kalau telur ayam kampung, bisa memenuhi sekitar 20%. Itulah mengapa telur ayam kampung lebih mahal, padahal lebih kecil ya. Hehe.

Jika kita tidak bisa memenuhi 100% kebutuhan vitamin D harian melalui makanan, kita bisa melengkapinya dengan berjemur di bawah sinar matahari. Gratis!

Ultraviolet B

Bagaimana sih sinar matahari bisa memberikan kita vitamin D?

Sebenarnya bukan sinar matahari yang memberikan vitamin D, tapi di kulit kita sudah ada sejenis kolestrol yang akan menjadi vitamin D setelah terpapar sinar ultraviolet B dari sinar matahari.

Karena itu, tergantung dari tubuh kita juga. Jika kita kekurangan kolestrol, maka hasil dari berjemur pun tidak akan maksimal.

Lama berjemur untuk kita yang tinggal di Indonesia juga tidak perlu begitu lama, antara 5-15 menit saja di pagi hari sudah cukup. Ini dikarenakan lokasi Indonesia yang ada di sepanjang khatulistiwa, sinar mataharinya sangat bagus. Bersyukurlah teman-teman sekalian!

Jika kulit kamu tergolong putih, cukup berjemur 5 menit. Jika kulit kamu lebih gelap, kamu harus berjemur lebih lama karena warna kulit yang gelap menyulitkan sinar UV untuk mempenetrasi kulit kita.

Berjemur Tanpa Sinar Matahari

Nah, bagi kamu yang berada di daerah yang sulit mendapatkan sinar matahari, tidak perlu khawatir.

Seperti yang kita bahas di atas, sebenarnya yang tubuh kita butuhkan adalah sinar ultraviolet B atau UVB. Kamu bisa membeli lampu jenis UV yang bisa memproduksi cahaya seperti sinar UVB matahari.

Ingat ya, sama juga, jangan terlalu lama berjemur di bawah lampu ini. Cukup 5-15 menit.

Tinggalkan komentar