Orang Dulu vs Orang Sekarang: Bijaksana vs Pintar

Judul artikel ini sifatnya sangat kontekstual, artinya kalau dibahas di luar konteks, pasti banyak yang tidak sesuai.

Kemarin saya merenung, kenapa ya umat manusia zaman sekarang masih banyak yang menjunjung tinggi ajaran orang-orang zaman kuno? Kalau mau dibandingkan, bukannya pengetahuan manusia zaman sekarang jauh lebih banyak daripada orang zaman kuno?

Dengan adanya Google atau Wikipedia, kita bisa dengan gampang menemukan dan belajar informasi baru. Coba bayangkan bagaimana mereka yang hidup di zaman belum ada Internet dan perangkat-perangkat elektronik lainnya?

Saya coba renungkan, dan pada akhirnya saya menyatakan seperti ini.

Orang dulu walaupun tidak lebih pintar, tapi mereka lebih bijaksana. Orang dulu memiliki “pengetahuan” yang lebih sedikit, tapi mereka “mengetahui” lebih banyak. Maksudnya gimana toh?

Zaman sekarang, kita bisa dengan gampang mencari informasi. Hidup kita ini dibanjiri informasi, bahkan ketika kita tidak sedang mencari. Itulah sebabnya dipercaya bahwa kemampuan fokus manusia semakin menurun, karena semakin banyak informasi-informasi yang mencuri perhatian kita.

Ditambah lagi, informasi yang kita miliki kebanyakan didapatkan dengan cara mendapatkan informasi dari orang lain. Kita mendapatkan informasinya, tapi kita tidak memiliki pengalamannya (tidak “mengetahui”).

Beda dengan orang zaman dahulu. Informasi yang mereka dapatkan kebanyakan adalah dari pengalaman mereka sendiri. Mereka mencoba satu hal, kemudian gagal, kemudian mereka coba lagi, berulang kali, sampai akhirnya mereka “mengetahui” hal tersebut. Mereka mengerti sepenuhnya.

Mereka juga lebih fokus dalam melakukan satu hal. Mereka menghabiskan hidup mereka hanya untuk beberapa hal yang mereka rasa paling penting dalam hidup mereka.

Inilah yang menyebabkan mereka menjadi seorang yang bijaksana dalam bidangnya. Mereka cuma mengetahui sedikit, tapi mereka mengerti sangat dalam.

Tipe yang mana yang teman-teman pilih?

Tinggalkan komentar