Dari Mana Saja Pendapatan Klub Sepak Bola?

Saya sering bingung bagaimana sih klub sepak bola bisa beli pemain dengan harga yang super muahal gitu? Belum lagi gaji mereka yang mencapai belasan miliar rupiah… per minggu!

Lionel Messi yang baru saja pindah ke PSG mendapatkan gaji per minggu sebesar 730.000 euro (atau sekitar 12 miliar rupiah per Agustus 2021).

Jika dihitung total pengeluaran PSG untuk membayar gaji pemain selama setahun di musim 2021-2022 adalah sebesar 215 juta euro (atau sekitar 3 triliun rupiah).

Padahal kalau kita membandingkannya dengan hadiah juara Liga Champions, ternyata bedanya jauh sekali. Untuk juara kompetisi yang paling bergengsi ini adalah sebesar 15 juta euro di tahun 2020.

Bingung kan?!

Ternyata pendapatan klub-klub besar sepak bola bukan hanya bergantung pada hadiah juara kompetisi, tapi banyak lagi sumber lainnya. Yuk kita bahas satu per satu.

Sponsor

Bisa kita lihat ada banyak sekali merek-merek terkenal di seragam klub sepak bola kan? Inilah yang disebut sponsorship.

Dan bukan hanya di kaos, terkadang juga bisa terlihat di bangku pemain ataupun di pembatas lapangan sepak bola.

Itu merupakan salah satu sumber pendapatan yang sangat besar bagi klub sepak bola. Apalagi kalau klub tersebut memiliki brand yang sangat terkenal, yang banyak fansnya.

Salah satunya adalah Manchester United yang dianggap sebagai brand klub sepak bola termahal. Beberapa tahun yang lalu, mereka berhasil menggaet Cevrolet sebagai sponsor utama dengan nilai kontrak 50 juta pounds per tahun (atau sekitar 900 miliar rupiah)

Hak Siar

Ini juga merupakan salah satu sumber pendapatan yang lumayan gede.

Setiap stasiun TV yang ingin menyiarkan pertandingan sepak bola secara langsung, mereka harus membeli haknya terlebih dahulu dari penyelenggara kompetisi (bukan dari klub ya).

Misalnya untuk menyiarkan pertandingan Chelsea di Liga Inggris, stasiun TV harus membeli haknya dari Liga Inggris. Jika ingin menyiarkan pertandingan Chelsea di Liga Champions, mereka harus membeli haknya dari Liga Champions.

Setelah itu, penyelenggara akan membagikan uang hasil penjualan hak siar tersebut secara merata ke setiap peserta kompetisi.

Misalnya di tahun 2016, Premier League menjual hak siarnya ke salah satu stasiun TV di China sebesar 560 juta pounds untuk 3 tahun. Uang tersebut akan dibagi secara merata ke setiap klub yang bermain di Liga Premiere. Penyelenggara biasanya mengambil 5% dari penjualan. Jika dihitung-hitung setiap klub akan mendapatkan sekitar 8,87 juta pounds / tahun (sekitar 170 miliar rupiah).

Lumayan lah!

Karena itu, semakin banyak kompetisi yang diikuti sebuah klub, dan semakin bergengsi kompetisi yang diikuti, semakin banyak uang yang mereka dapatkan dari kepesertaannya.

Tiket

Ketika kita datang menonton sebuah pertandingan sepakbola, kita harus membeli tiket. Gak gratis coy! Hehe. Kalau gratis, pasti gak muat tuh stadion.

Manchester United merupakan klub sepak bola dengan stadion terbesar di Liga Inggris, yaitu sekitar 75 ribu kursi. Sedangkan Arsenal merupakan klub sepak bola yang tiket masuknya paling mahal, yaitu rata-rata sekitar 95 pounds. “Rata-rata” karena harga setiap kursi berbeda.

Dalam sebuah pertandingan besar, biasanya stadion akan terisi penuh. Misalnya Arsenal yang kapasitas stadionnya adalah sekitar 60 ribu orang, dikali 95 pounds, maka mereka akan mendapatkan 5,7 juta pounds untuk pertandingan tersebut. (sekitar 112 miliar)

Biasanya klub-klub besar bisa mengantongi sekitar 100 juta poundsterling per musimnya dari penjualan tiket. Udah cukup untuk membeli satu pemain bintang. Hehe.

Merchandise

Sumber pemasukkan ini sebenarnya tidak begitu besar jika dibandingkan yang kita bahas di atas. Namun setidaknya, lumayan untuk menutupi biaya-biaya lainnya.

Terkadang ketika sebuah klub kedatangan pemain bintang, penjualan kaosnya bisa meledak.

Contohnya ketika Messi pindah ke PSG, kaosnya terjual sebanyak 832.000 buah, omsetnya sekitar 90 juta euro… dalam sehari! Anggap saja 10% profit bersih, sudah 9 juta euro… dalam sehari!

Selain itu, banyak lagi jenis merchandise lainnya yang dijual seperti boneka, syal, topi, dlsb.

Dan ternyata, Barcelona di musim 2020-2021 berhasil mendapatkan omset 385 juta euro loh! Kembali lagi, jika seandainya profit bersih sebesar 10%, berarti 38,5 juta euro. Lumayan kan!

Hadiah Juara & Partisipasi

Nah, perhatikan ya… ternyata ketika klub-klub bertanding di kompetisi besar, mereka tidak harus juara untuk mendapatkan hadiah.

Kita ambil contoh Liga Champions untuk musim 2021-2022 ya. Ini perinciannya:

  • Lolos kualifikasi: 5 juta euro
  • Masuk group stage: 15,64 juta euro
    • Setiap kali menang: 2,8 juta euro
    • Setiap kali draw: 900 ribu euro
  • Masuk per 8 final: 9,7 juta euro
  • Masuk per 4 final: 10,6 juta euro
  • Masuk semi final: 12,5 juta euro
  • Juara 2: 15,5 juta euro
  • Juara 1: 20 juta euro

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/UEFA_Champions_League#Prize_money

Berarti hadiah maksimum yang bisa diterima sebuah klub adalah sebesar 85,24 juta euro, dengan anggapan menang terus dan tidak ikut ronde kualifikasi yang biasanya berisi tim-tim kecil.

Hadiahnya gede ya! Makanya banyak klub-klub sepak bola yang berlomba-lomba ingin ikut Liga Champions ya.

Transfer Pemain

Sumber pendapatan ini gak tentu ya. Bisa dapat banyak, bisa dapat sedikit ataupun rugi.

Belum lagi jika ditarik secara jangka panjang. Kehilangan pemain bintang memang bisa mendatangkan banyak pemasukkan untuk klub, namun jika jadinya klub gagal untuk juara atau bertanding di kompetisi besar, kan hilang juga sumber pendapatan dari hadiah partisipasi.

~

Nah, jadi itu adalah beberapa sumber pendapatan yang biasanya diandalkan oleh klub-klub sepak bola sehingga mereka bisa membeli pemain yang super mahal beserta membayar gaji-gaji mereka.

Semoga informasi ini bermanfaat dan membuat kita lebih dikit bingung ya. Hehe.

Tinggalkan komentar