Penjelasan Mengapa Waktu Berjalan Begitu Cepat Ketika Kita Semakin Tua

Banyak orang yang merasa waktu berjalan lebih cepat ketika kita memasuki kehidupan orang dewasa. Benarkah demikian?

Padahal kecepatan waktu itu tidak pernah berubah loh. Sejak dulu sampai sekarang, ada 24 jam dalam 1 hari, dan dalam 1 tahun ada 365 hari. Ya, memang di tahun tertentu bisa berbeda sedikit.

Baca penjelasannya di Siapa Yang Menentukan Berapa Lama Sedetik?

Saya tidak setuju jika ada yang menganggap waktu berjalan lebih cepat, tapi saya setuju jika ada yang menganggap waktu “terasa” lebih cepat semakin bertambahnya umur kita.

Persepsi Atas Waktu

Ketika kita merasa waktu berjalan lebih cepat, sebenarnya yang berubah adalah persepsi kita atas waktu. Persepsi berarti apa yang dicerna dalam otak kita.

Ada dua hal yang mempengaruhi persepsi kita terhadap waktu, yaitu:

1. Umur

Robert Lemlich mempublikasikan sebuah penelitian dia yang berjudul Subjective Acceleration of Time with Aging di tahun 1975.

Dalam penelitian ini, beliau memiliki pendapat bahwa otak kita membandingkan waktu terhadap umur kita sendiri.

Kita ambil contoh rentang waktu selama 1 tahun. Bagi anak kecil berumur 10 tahun, setahun itu cukup panjang karena selama 10% hidupnya. Tapi bagi orang dewasa berumur 50 tahun, setahun itu sangat pendek, sama dengan 2% hidupnya saja.

Inilah penjelasan beliau mengapa bagi kita yang sudah cukup berumur, waktu itu terasa berjalan lebih cepat.

Namun penjelasan ini belum cukup. Karena bagi sebagian orang yang berumur, mereka merasa setahun itu cukup panjang dan masih sangat bisa dinikmati.

Karena itu kita akan membahas poin kedua.

2. Pengalaman

Bagi anak-anak kecil, sebagian besar hal yang mereka lakukan sehari-hari adalah suatu pengalaman yang baru. Tapi bagi orang dewasa, kebanyakan melakukan rutinitas yang sama setiap hari.

Ketika melakukan hal-hal baru, otak mencerna atau belajar banyak informasi dari pengalaman tersebut. Sebaliknya, jika kita melakukan rutinitas, otak tidak banyak menerima informasi baru.

Ketika mencerna informasi baru, otak membutuhkan lebih banyak waktu, sehingga pengalaman-pengalaman baru tersebut memberikan persepsi waktu berjalan lebih lambat. Kita lebih menikmatinya.

Misalnya liburan selama seminggu akan terasa lebih lama daripada melakukan rutinitas sehari-hari selama seminggu.

Cara “Memperlambat” Waktu

Nah, sekarang kita semua pasti ingin agar waktu “terasa” lebih lambat. Kita pun akan merasa umur lebih panjang dan hidup lebih nikmat kan?

Pastinya waktu itu adalah sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan, sehingga tidak mungkin bagi seorang manusia untuk memperlambat waktu.

Namun, kita bisa mengubah persepsi kita. Seperti yang dijelaskan di atas, ada dua hal yang mempengaruhi, yaitu umur dan pengalaman.

Dan kita juga sudah pasti tidak bisa mengendalikan umur kita. Setiap detik, usia kita akan bertambah.

Jadi satu-satunya cara yang bisa kita lakukan adalah mengubah pengalaman kita.

Sisipkanlah hal-hal baru dalam hidup kita setiap hari.

Bukan berarti kamu harus main atau liburan setiap hari. Cukup lakukan hal-hal simpel seperti:

  • Melalui rute yang berbeda setiap pergi kerja.
  • Mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah kamu kunjungi di sekitar rumah kamu. Pasti ada gang kecil yang belum pernah kamu lewati kan?
  • Hanya makan buah dan sayur untuk hari ini.
  • Mendengarkan lagu atau nonton film berbahasa Rusia.
  • Kamu benci rokok? Coba hisap sekali, gak akan mati kok!
  • dlsb

Banyak kan hal-hal kecil baru yang bisa kita coba?

Nah, kamu boleh tambahkan di komentar jika ada hal-hal kecil unik lainnya yang patut dicoba oleh teman-teman lainnya ya. 😉

Tinggalkan komentar