Percakapan Terakhir Dengan Seseorang Yang Kamu Cintai

Artikel hari agak pendek. Saya ingin mengajak teman-teman untuk merenung sejenak.

Dalam hidup, kita pasti pernah berseteru dengan seseorang. Jika belum, suatu saat pasti akan terjadi, percayalah! Kecuali kamu itu (maaf) bisu, perseteruannya mungkin dalam bentuk bahasa tubuh, misalnya sudah tidak mau menghiraukan ketika dipanggil seseorang.

Perseteruan bahkan bisa terjadi dengan orang yang kita cintai atau sayangi. Dengan orangtua, pasangan, saudara atau dengan anak kita. Apa yang akan terjadi setelah itu?

Jika perseteruan terjadi karena emosi belaka, kita pun akan merasa menyesal setelah kejadian tersebut. Kita ingin meminta maaf, walaupun terkadang agak awkward (aneh atau kagok). Kita tidak meminta maaf secara langsung, kita mencoba berbicara tentang topik lainnya, memastikan lawan bicara kita mau merespon, yang berarti dia juga tidak masalah dengan perseteruan yang baru saja terjadi. Fuih.. aman.

Namun…

Bagaimana seandainya…

Kita tidak sempat meminta maaf?

Dia sudah pergi duluan… untuk selamanya.

Apakah penyesalan yang kamu miliki bisa terselesaikan?

Silakan direnungkan sejenak…

~

Melalui tulisan ini, saya berdoa dan berharap, semoga untuk kedepannya, tidak ada lagi perseteruan yang tidak penting terjadi dalam hidup saya. (Saya tetap akan berseteru jika berhubungan dengan prinsip ya)

Baca juga Beberapa Prinsip Hidup Saya

Jika seandainya pun terjadi perseteruan yang tidak penting, saya berharap semoga di saat itu juga saya bisa segera menyelesaikannya dan kembali ke kondisi semula.

Semoga kita semua bisa hidup dengan damai.

Tinggalkan komentar