Point Nemo, Kuburan Pesawat Luar Angkasa

Tahun 1957 adalah tahun peluncuran Sputnik 1, pesawat luar angkasa yang pertama kali berhasil diluncurkan. Dan saat ini, sudah ada ribuan benda luar angkasa buatan manusia yang mengorbit planet Bumi.

Jika teman-teman belum tau, hampir semua benda-benda luar angkasa hasil buatan manusia tersebut tidak memiliki fungsi atau cara untuk kembali ke muka Bumi. Jadi, jika sudah tidak terpakai, bangkai-bangkainya akan dibiarkan di atas sana.

Yang mengerikan adalah, bangkai-bangkai tersebut terus bergerak karena adanya gaya gravitasi bumi dan bisa menempuh kecepatan hingga 27 ribu kilometer per jam. Ketika bertabrakan, akan tercipta lebih banyak serpihan-serpihan yang juga memiliki kecepatan tinggi.

Sudah cukup banyak satelit yang berfungsi sebagai alat komunikasi yang rusak karena tertabrak serpihan-serpihan bangkai ini. Apalagi jika suatu saat kita sudah mampu berpergian ke luar angkasa, serpihan-serpihan ini akan menjadi sebuah masalah utama.

Point Nemo

Point Nemo adalah sebuah kata dari bahasa Latin yang memiliki arti “bukan siapa-siapa” atau dalam bahasa Inggris berarti nobody.

Point Nemo adalah sebuah nama yang diberikan untuk sebuah tempat yang berada di tengah laut, sekitar 4.000 km di sebelah timur Selandia Baru. Ini adalah titik terjauh dari daratan yang ada di muka Bumi.

Hingga saat ini, kita belum menemukan solusi efektif untuk mengatasi bangkai-bangkai angkasa yang mengorbit bumi kita. Solusi terbaik yang paling memungkinkan saat ini adalah dengan mendaratkan secara darurat benda-benda angkasa tersebut ke muka bumi.

Dalam solusi ini, Point Nemo berfungsi menjadi tempat pendaratan darurat. Ketika benda-benda angkasa diterbangkan ke titik ini, kemungkinan benda-benda angkasa tersebut untuk menabrak orang atau kendaraan laut sangat kecil, walaupun meleset sedikit dari koordinat lokasi kuburan benda angkasa ini.

Di tahun 1971, Point Nemo menerima bangkai pertamanya. Hingga saat ini sudah ada 200an bangkai benda luar angkasa yang dikirimkan ke tempat ini, sebagian besar adalah milik Rusia.

Beberapa pesawat luar angkasa terkenal yang diistirahatkan di tempat ini antara lain adalah Mir milik negara Soviet, Skylab milik NASA dan Tiangong-1 milik China.

Leave a Comment