Siapa Yang Menentukan Berapa Lama Sedetik?

Pernah gak kamu membayangkan, siapa sih yang menentukan satu hari itu ada 24 jam, sejam itu ada 60 menit dan semenit itu ada 60 detik? Dan berapa lama sih sebenarnya sedetik itu? Lalu kok tahu setahun itu ada 365 hari, lalu dibagi menjadi 12 bulan?

Nah, saya juga penasaran dan kemudian membaca-baca informasi melalui bantuan Mbah Google. Ternyata agak rumit informasinya karena ada hubungannya dengan sains.

Dalam artikel kali ini, saya akan mencoba menulis apa yang saya mengerti secara sederhana. Jadi, jangan protes ya kalau kita tidak membahas secara detail yang berkaitan dengan sains. Nanti kita sama-sama bingung jadinya. Hehe.

Rotasi Bumi

Ketika bumi berotasi, yang terlihat oleh kita di muka bumi adalah matahari seakan-akan terbit dari timur dan tenggelam di barat, lalu terlihat bulan. Inilah yang kita anggap sebagai siklus satu hari.

Kemudian seperti yang kita ketahui sekarang, sehari itu ada 24 jam. Siapa yang menentukan?

Ada banyak sekali catatan sejarah yang diklaim sebagai asal mula standar ini. Ada yang dari Babylonia, Tiongkok, Sumeria, dlsb. Silakan di-Google aja jika kamu ingin mengetahui lebih detail.

Standar ini telah disetujui oleh seluruh dunia. Dengan basis standar ini, maka satu detik lamanya adalah lama sehari dibagi 24 jam, lalu dibagi 60 menit dan dibagi 60 detik, yaitu 1/86.400 hari.

Namun…

Ternyata waktu yang dibutuhkan bumi untuk berotasi tidak konsisten. Banyak sekali variabel yang bisa mempengaruhi, misalnya gaya gravitasi bulan, tabrakan benda langit, es yang mencair di Bumi, dlsb.

Karena itu, The International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS), yang bertanggung jawab untuk terus memonitor dan menginformasikan perubahan rotasi dan revolusi Bumi, memutuskan kita harus memiliki tahun kabisat, di mana adanya penambahan sehari yaitu tanggal 29 Februari.

Revolusi Bumi

Di tahun 1950, para peneliti setuju bahwa menentukan lama sedetik menggunakan basis rotasi bumi tidaklah mungkin. Lalu mereka mencari basis lainnya, yaitu menggunakan waktu satu tahun, lebih spesifiknya menggunakan tahun 1900.

Berdasarkan standar ini, satu detik sama dengan 1/31.556.925,9747 tahun. Standar ini juga terpatahkan dalam waktu yang singkat.

Para peneliti menemukan bahwa selalu ada perubahan pada rotasi dan revolusi Bumi. Sesuatu yang berubah tidak bisa dijadikan basis untuk menentukan standar satuan.

Secara sederhana maksudnya adalah… bisa saja suatu saat nanti satu hari bisa 25 jam, dan satu tahun bisa 370 hari. Jika standar detik mengikuti basis lama sehari atau setahun, berarti lama sedetik akan berubah, akan lebih panjang.

Rekor Usain Bolt berlari 100 meter dalam 9,58 detik jadi gampang dipecahkan. Hehe.

Atom

Para peneliti terus mencari solusi untuk menentukan standar waktu yang akan kita pakai di Bumi ini. Dan pada akhirnya, di tahun 1967, terciptalah sebuah standar waktu yang konsisten, yang tidak akan berubah walaupun pergerakan Bumi berubah.

Standar waktu ini menggunakan basis atom, lebih spesifik lagi menggunakan periode radiasi sebuah unsur dalam suhu tertentu.

Untuk bahasa kerennya, ini dia.

Detik atau sekon adalah satuan waktu yang didefinisikan sebagai durasi selama 9.192.631.770 kali periode radiasi yang berkaitan dengan transisi dari dua tingkat hyperfine dalam keadaan ground state dari atom cesium-133 pada suhu nol kelvin.

Mengatasi Perubahan Pergerakan Bumi

Jika kamu yang hobi jam tangan, kamu pasti tahu kalau jam tangan “atomic” itu lebih mahal daripada jam tangan jenis lainnya. Jam tangan atomic dipercaya sebagai jam tangan yang paling akurat (dalam level detik).

Seandainya jam tangan ini bisa menghitung tahun kabisat, sudah berjalan dengan baik selama 200 tahun, dan waktu menunjukkan pukul 09:00 tanggal 29 Juli 2221. Apakah benar waktu di Bumi seperti itu?

100% tidak! Alasannya seperti yang sudah dijelaskan di atas, selalu ada perubahan pergerakan pada Bumi.

Lalu bagaimana agar jam tangan kita bisa tetap menyesuaikan waktu yang ditunjukkan dengan rotasi dan revolusi Bumi?

Inilah yang menjadi tanggung jawab The International Earth Rotation and Reference Systems Service (IERS). Mereka terus memantau pergerakan Bumi. IERS mengumumkan perubahan ini secara berkala di website mereka, lalu seluruh dunia bisa menyelaraskan alat penunjuk waktu mereka berdasarkan perubahan tersebut.

Misalnya pada peralatan komputer atau smartphone kita. Perangkat-perangkat ini juga secara berkala akan melakukan penyesuaian secara otomatis. Keren kan? Banyak hal tersembunyi yang tidak kita ketahui di alat-alat ini.

Mengapa dunia perlu menyinkronkan waktu?

Ini adalah hal yang sangat krusial. Misalnya dalam perdagangan antar negara. Jika satu negara membuat kontrak pembayaran harus dilakukan sebelum pukul 9, jika telat akan terkena denda. Namun di pihak lainnya, jamnya berbeda 5 menit dan mereka melakukan pembayaran pukul 9 lewat 2 menit. Apakah telat? Siapakah yang salah?

~

Semoga artikel ini bisa memberikan kita pengertian dasar tentang lamanya sedetik. Silakan dibagikan ke teman-teman kamu!

Tinggalkan komentar