Suka Protes? Baca ini!

Saya baru saja pulang dari liburan bersama keluarga. Kami berlibur ke daerah yang jarak tempuhnya cukup jauh. Dalam perjalanan tersebut, banyak hal-hal yang tidak mengenakkan yang terjadi, dan dari sanalah inspirasi timbul untuk menuliskan artikel ini.

Ketika hal-hal yang tidak enak terjadi pada diri kita, apa yang biasanya kita lakukan?

Bagi sebagian orang, termasuk saya sendiri, kita akan otomatis memprotes kejadian ini. Jika kamu seperti saya, sebagian besar protes yang saya luncurkan terjadinya ada di dalam otak saya. Alias, saya ngedumel sendiri.

Setelah perjalanan yang cukup panjang, dan hal-hal ribet lainnya dalam proses check-in kamar hotel, saya akhirnya mendapatkan waktu untuk beristirahat sejenak, duduk memandang bukit-bukit yang dipenuhi pohon-pohon rindang, udara yang sejuk dan ditemani secangkir kopi hitam pahit panas. Akhirnya saya bisa tersenyum juga.

Setelah agak reda, saya pun mencoba merenungi kejadian-kejadian yang terjadi di hari itu juga. Sampai satu titik, sebuah pertanyaan yang cukup menohok untuk diri saya sendiri, “Apa sih benefitnya kamu protes-protes gitu?!”.

Tentang protes-memprotes, jika teman-teman coba lebih memperhatikan aktivitas kita sehari-hari, pasti juga sering protes. Ketika ada yang menyalip mobil kita dengan tiba-tiba, ketika ada yang parkir di tepi jalan yang sempit, ketika ada mamak-mamak yang mengemudi motor belok ke kanan padahal lampu sign ke kiri. Hihi.

Nah, apakah dengan melampiaskan kekecewaan kita melalui protes ini mengubah keadaan?

Saya coba renungkan, dan jawabannya adalah “iya, keadaan akan berubah.”

Diri kita loh yang berubah. Produksi hormon kortisol dalam tubuh kita akan berubah, yang pastinya memberikan dampak yang relatif kurang baik. Mood kita menjadi lebih jelek, dan kemungkinan besar akan mempengaruhi aktivitas kita sehari-hari.

Lantas, apakah orang-orang yang menyebabkan kita kesal tersebut akan berubah? Nyatanya… mereka ya biasa-biasa aja, atau bahkan menganggap tidak ada apa-apa.

Jadi siapa yang rugi kalau kita protes-protes sendiri? Perlukah kita protes-protes?

Tinggalkan komentar