Terapi Bekam, Nyata Atau Efek Plasebo?

Terapi bekam merupakan salah satu teknik pengobatan tradisional yang sudah tidak asing lagi bagi kita orang Indonesia. Teknik pengobatan yang menggunakan semacam gelas dan memanfaatkan ruang vakum ini dikatakan berasal dari Tiongkok kuno, ada yang menganggap asalnya dari Arab, atau daerah lainnya.

Namun kita sekarang tidak akan membahas asal muasalnya. Yang akan kita bahas adalah sesuatu yang sering dipertanyakan dalam dunia medis, apakah bekam ini benar memiliki efek pengobatan atau hanya sebuah efek plasebo atau sugesti belaka.

Menurut The American Society, banyak riset tentang bekam tidaklah valid karena data yang tidak cukup banyak dan pengujiannya tidak menyertakan efek plasebo. Walaupun sebenarnya di tahun 2015 sudah dilakukan sebuah eksperimen yang sebagian darinya menggunakan bekam palsu dan para peserta mengaku tidak merasakan adanya efek pengobatan.

Selain itu, terapi bekam ini juga sempat populer di dunia karena dimanfaatkan oleh para atlet Olimpiade. Salah satunya adalah Michael Phelps, pemegang rekor jumlah medali terbanyak dalam satu Olimpiade, yaitu 8 medali emas; dan ada 19 rekor lainnya yang dia miliki.

Ketika bertanding, Phelps terlihat dengan bercak merah bulat-bulat di sekitar bahunya. Sempat menjadi viral, banyak orang yang mencari tau apa penyebabnya, dari sanalah bekam mulai terkenal. Dalam bahasa Inggris, bekam disebut sebagai cupping.

Selain Michael Phelps, orang terkenal yang mencoba dan memberikan testimoni untuk manfaat dari bekam adalah Dwayne Johnson, alias The Rock.

Jadi, manakah yang betul, apakah bekam ini memang memiliki manfaat pengobatan atau hanya efek plasebo?

Dari pengalaman pribadi, saya sendiri merasa bekam ini ada manfaatnya. Saya pun mencoba mencari kelogisan dari terapi bekam ini, sampai saya menemukan sebuah video (yang tidak begitu terkenal) penjelasan dari seorang dokter bule yang saya rasa sangat logis.

Kira-kira begini penjelasan dari video tersebut.

Di bawah lapisan kulit kita, ada kumpulan pembuluh darah yang berfungsi untuk mengantarkan oksigen dan nutrisi ke bagian-bagian tubuh kita.

Lama kelamaan, kinerja pembuluh darah akan menurun, sehingga nutrisi dan oksigen juga tidak akan tersalurkan dengan maksimal. Alhasil, kita akan merasa kurang enak badan. Sampai suatu saat, pembuluh darah rusak total, dan kemudian tubuh akan meregenerasi membentuk pembuluh darah yang baru.

Dengan bekam, apa yang terjadi sebenarnya adalah mempercepat rusaknya kumpulan pembuluh darah yang kondisinya sudah tidak bagus. Dengan begitu, tubuh kita bisa lebih cepat membentuk yang baru. Inilah yang terlihat sebagai bercak warna merah setelah selesai dibekam.

Warna bercak juga memiliki arti. Semakin padam dan semakin ungu warnanya, berarti kumpulan pembuluh darah di bagian tersebut sudah memang waktunya untuk diperbaharui.

Nah kira-kira begitu penjelasan dari video di atas.

Sebagai tambahan, ada satu hal lagi yang menurut saya juga memberikan efek kesehatan dari bekam.

Ketika dibekam, otot kita akan tertarik dan terasa seperti dipijat. Setelah dibiarkan dalam kondisi ini selama beberapa menit, ketika bekam dilepas, otot kita akan terasa rileks. Itulah sebabnya bekam dipercaya bisa memberikan efek relaksasi.

Ada beberapa orang yang menganggap bekam bisa menghisap racun-racun yang ada dalam tubuh kita. Nah, kalau untuk hal ini, saya sendiri masih belum percaya total karena belum bisa masuk ke akal saya.

Bekam sendiri memiliki resiko efek samping yang sangat kecil. Jika teman-teman ingin mencobanya, cukup pastikan menggunakan alat yang sudah bersih atau lebih baik disterilkan. Biasanya alat-alat bekam dipakai berulang kali dari pasien yang satu ke pasien yang lain, jangan sampai ada penyakit yang tertular.

Leave a Comment