Tips Memilih Kaca Film Mobil

Mobil yang saya pakai adalah Toyota Innova 2012, jadi sudah lumayan berumur, dan saya masih senang mengendarai mobil ini.

Seperti yang pernah saya bagikan, saya adalah tipe orang yang menyukai sesuatu yang klasik. Baca di sini Mengapa Saya Menyukai Barang Antik

Beberapa bulan yang lalu kita juga sudah membahas tentang ban mobil dan oli mobil, dan sekarang kita akan membahas tentang kaca film. Kebetulan, sudah saatnya saya mengganti kaca film mobil saya, sudah 10 tahun gak diganti.

Kita akan membahas jenis bahan kaca film dan juga membahas bagaimana membaca spesifikasinya, sehingga teman-teman bisa memilih kaca film yang sesuai dengan kebutuhan.

Bahan Kaca Film

Ada banyak sekali jenis kaca film yang bisa kita dapatkan di pasaran. Kita tidak akan membahas bahan yang biasa dipakai oleh mobil-mobil angkot ya, hehe. Kita juga tidak akan membahas bahan yang sudah lama tidak beredar.

Setiap bahan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Atau lebih tepatnya, setiap bahan memiliki kriteria masing-masing, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan kita mana yang paling cocok. Ayuk kita mulai!

Nano Metal

Kaca film dengan bahan nano metal memiliki tampilan yang cukup keren ketika masih dalam kondisi bagus. Tapi bukan hanya itu, bahan nano metal juga sangat baik untuk menolak panas tanpa harus mengorbankan visibilitas dalam kabin.

Hanya saja, kaca film dengan bahan ini kurang disukai untuk para pengemudi yang harus sering menggunakan HP karena bisa mengganggu sinyal. Selain sinyal HP, kaca film ini juga bisa mengganggu sinyal lampu otomatis atau wiper otomatis yang letaknya di sekitar spion tengah.

Jadi jika kamu yang suka (melanggar peraturan, hehe) menelepon ketika nyetir, atau mobil kamu sudah dilengkapi sensor lampu otomatis, sebaiknya tidak memasang kaca film ini ya.

Nano Ceramic

Jika dibandingkan kemampuan menolak panas, nano ceramic sama bagusnya dengan bahan nano metal.

Warna kaca film dengan nano ceramic juga tampak lebih gelap dari luar. Visibilitas kita dari dalam juga cukup bagus, walaupun agak gelap jika dibandingkan nano metal. Jadi kalau kamu tidak dikaruniai mata elang dan sering nyetir di malam hari, lebih baik tidak memakai kaca film jenis ini.

Nano Carbon

Ini adalah inovasi kaca film yang paling baru. Kemampuan menolak panasnya bisa dibilang paling baik di antara lainnya, walaupun beda-beda tipis lah.

Dari luar warna kaca film ini cukup gelap, walaupun tidak segelap nano ceramic. Sedangkan dari dalam, visibilitas yang didapatkan paling jernih di antara bahan lainnya.

Menurut saya, ini komposisi yang paling oke sih. Cukup gelap dari luar, namun tetap terang dari dalam.

Spesifikasi Kaca Film

Barusan kita sudah membahas bahan kaca film yang sebenarnya juga merupakan salah satu spesifikasinya. Selain itu ada beberapa spesifikasi lainnya yang perlu kita ketahui seperti VLT, UVR, IRR, TSER, dlsb.

Transparency / Darkness

Banyak istilah yang dipakai untuk ukuran ini, pada dasarnya adalah untuk menunjukkan tingkat kegelapan.

Menurut peraturan lalu lintas, untuk kaca bagian depan, tingkat kegelapan yang boleh digunakan adalah maksimal 40%. Gak boleh terlalu gelap ya, karena pak polisi mau lihat kamu itu sedang main hape tidak ketika nyetir. Hihi.

VLT (Visible Light Transmittance)

Ukuran ini menunjukkan persentase porsi cahaya yang bisa menembus kaca film.

Semakin tinggi tingkat kegelapan kaca film, semakin rendah VLT-nya. Namun dengan teknologi bahan yang khusus, beberapa produsen kaca film mampu menghasilkan kaca film dengan VLT tinggi walaupun kegelapannya juga tinggi.

IRR (Infra Red Rejected)

Infra red adalah radiasi panas dari sinar matahari. Semakin tinggi IRR kaca film yang kita pakai, berarti kabin mobil akan lebih adem ketika kita mengendarai mobil menghadap matahari.

UVR (Ultra Violet Rejected)

Nah, sinar UV ini adalah gelombang sinar yang paling ditakuti para wanita yang sangat care terhadap kecantikan kulitnya.

Kita pernah membahasnya di artikel Mengetahui Lebih Jauh Tentang Tabir Surya

Hampir semua kaca film yang diproduksi saat ini mampu menolak gelombang sinar UV hingga 99%. Jadi bisa dibilang, kamu sudah tidak perlu menghiraukan spesifikasi ini ya.

TSER (Total Solar Energy Rejected)

Nah, untuk mengetahui seberapa besar kemampuan kaca film untuk menolak serangan sinar matahari, kita bisa lihat dari ukuran TSER ini.

Ukuran ini merupakan kalkulasi dari spesifikasi-spesifikasi lainnya seperti tingkat kegelapan, IIR, UVR, warna dan lainnya.

~

Jadi jika kamu merasa ribet dengan spesifikasi tersebut, kamu cukup pertimbangkan nilai dari VLT dan TSER aja. Cari yang VLT-nya tinggi, minimal 40% agar nyaman berkendara di malam hari. Dan jika kamu sering mengemudi di siang hari, cari TSER yang tinggi, setidaknya 50-60%.

Dan untuk rekomendasi pribadi saya, ini kaca film yang cukup OK dengan harga cukup terjangkau. https://tokopedia.link/e9aBRt6bdpb

Tinggalkan komentar