Uniknya Kepingan Salju, Tidak Ada Yang Sama Bentuknya

Hari Natal telah tiba. Saya mengucapkan selamat berbahagia kepada teman-teman yang memperingatinya.

Kalau berbicara tentang hari Natal, kerap kali terpikirkan oleh kita adalah musim salju yang dingin. Bagi yang pernah melihat salju pasti akan mengerti betapa indahnya salju yang sedang turun itu.

Dan tahukah kamu kalau dalam setiap butiran salju yang turun di muka Bumi ini, tidak ada satupun yang bentuknya sama (jika dilihat menggunakan mikroskop).

Proses Terbentuknya Kepingan Salju

Dalam bahasa Inggris, foto di atas disebut sebagai snowflake yang artinya kepingan salju. Sangat indah bukan?! Namun tanpa mikroskop, kepingan salju di atas hanya tampak seperti butiran es putih yang jatuh dari langit.

Bagaimana sih bisa terbentuk kepingan salju yang sangat indah dan tampak sempurna? Begini prosesnya.

Suhu atmosfer Bumi ketika mencapai sekitar minus 10 derajat Celcius akan dipenuhi dengan uap air. Ketika uap air menyentuh objek-objek super kecil seperti debu, kristal es akan terbentuk.

Pada awalnya kristal es ini masih sangat kecil. Setelah terus menerus bersentuhan dengan uap air, kristal es semakin membesar dan berat, dan mulai jatuh ke permukaan bumi. Hujan salju telah tiba!

Setiap kali kristal es bersentuhan dengan uap air akan mempengaruhi bentuk kristal es tersebut. Hal tersebut terjadi berkali-kali ketika serpihan salju akhirnya sampai di permukaan Bumi. Hasilnya, tidak ada satupun serpihan salju yang ada di permukaan Bumi yang memiliki bentuk yang sama.

Ibaratnya sama seperti dua anak kembar identikal. Setelah menjalani hidup selama beberapa tahun, mereka akan mengalami hal-hal yang berbeda, dan hal-hal tersebut akan membentuk diri mereka menjadi berbeda dari saudaranya.

Bentuk Heksagonal Kepingan Salju

Walaupun setiap kepingan salju memiliki keunikan tersendiri, namun ada satu kesamaan yang ditemukan dalam setiap kepingan salju, yaitu bentuknya yang heksagonal (segi enam).

Ternyata begini penjelasannya.

Pada dasarnya salju adalah kristal es yang terbentuk dari air yang terdiri dari molekul hidrogen dan oksigen.

Jika dilihat di bawah mikroskop, molekul hidrogen dan oksigen yang bersatu akan membentuk sebuah bentuk heksagonal. Bentuk ini tetap dipertahankan ketika jumlah molekul bertambah.

Inilah sebabnya kristal es salju yang terbentuk selalu menjaga bentuk heksagonalnya.

Bagaimana? Keren bukan?

Tinggalkan komentar